loading...

SUARABMI.COM - Perasaan bahagia awalnya dirasakan oleh Sugeng, sebut saja namanya begitu, salah satu Satpam bank Swasta di Madiun. Pasalnya kekasih hatinya yang sudah 2 tahun dipacari akan pulang kampung dan akan melangsungkan ikatan janji suci dalam pernikahan dalam waktu dekat.

Dengan rasa bahagia, ia pun sendiri yang akhirnya menjemput Tutik, sebut saja namanya begitu, ke Bandara Juanda Surabaya beberapa waktu lalu.

Betapa bahagianya Sugeng bisa melihat kekasih hatinya yang selama 2 tahun hanya bisa berkomunikasi dan melihat melalui layar smartphonenya, Bagaimana tidak, Sugeng di Madiun dan Tutik di Hongkong bekerja sebagai TKW.

Keduanya pun pulang bersama dan dalam perjalanan, layaknya pasangan kekasih, mereka saling memeriksa HP masing - masing untuk memastikan tidak ada yang aneh dalam HP mereka.

Awalnya hal ini berjalan fine - fine saja, karena dalam pesan WA maupun Facebook tidak ada yang mencurigakan (ya iyalah kan sudah dihapus, mana ada selingkuh dipertontonkan) sampai akhirnya Sugeng memeriksa folder - folder yang ada di HP yang tidak semua orang tahu akan hal ini.

Dan saat Sugeng memeriksa folder WA dalam HP itu, ia langsung menuju sent item, dan betapa terperanjatnya dia menemukan beberapa foto thumbnail, yang isinya sangat tidak terduga.

Foto kecil - kecil itu, karena aslinya sudah terhapus, ternyata adalah foto Tutik beberapa waktu lalu yang dikirim ke pesan WA, foto tanpa sehelai kainpun bahkan foto 'anunya' yang sangat jelas.

Foto -foto itu tersimpan di chache HP dan tertulis tanggal pengiriman 11 Juli 2019, 2 hari sebelum Tutik pulang ke Indonesia.

Mengetahui hal ini, Sugeng geram dan berusaha mendedes Tutik akan hal itu, pasalnya Sugeng tidak pernah menerima foto - foto itu.
[ads-post]
Setelah melalui perdebatan 'mbulet' dan 'muter - muter', akhirnya Tutik mengaku kalau foto - foto itu ia kirimkan ke teman WA nya, TTM lah istilahnya untuk anak jaman old.

Mengetahui jawaban Tutik demikian, Sugeng pun sudah menetapkan jalan buntu tanpa berpikir panjang karena berkalut dengan emosi untuk hubungannya alias menggagalkan rencana pernikahannya, alasannya ia tak mau menikahi wanita yang tak setia.

"Saya tidak mau menikahi perempuan bekas dilihat orang, meskipun hanya melalui foto atau video, sedangkan kejadian sudah dalam ikatan janji dengan saya, kecuali kejadian sebelum ada janji mungkin saya memaafkan" Ungkapnya.

Tak hanya sebatas itu, sesampainya dirumah, Sugeng lantas bergegas menuju sebuah showroom motor untuk menjual tunggangannya.

Sugeng melakukan hal ini untuk mendapatkan uang secara cepat guna mengembalikan barang - barang hasil pemberian Tutik. (Biasalah, TKW kalau udah jatuh cinta, semua dikasih, barang - barang dikirimkan)

Ia tak mau menanggung dan kemasukan harta Tutik sedikitpun dalam hidupnya, takut hal itu diungkit suatu saat.

Tutik yang mengetahui keputusan Sugeng seperti ini hanya bisa diam menangis dan menyesali perbuatannya.

Ia hanya bisa membayangkan, seandainya dan seandainya .... (memang senadainya itu lebih nikmat daripada kenyataan, dan kenyataan itu pahit ferguso)

Tutik, TKW asal Dagangan Madiun inipun kini harus gigit jari gagal menikah, dan teman TTM nya pun ternyata sudah punya istri. (rugi mengganda gara - gara nafsu belaka, so hati - hati berteman dengan lawan jenis di WA dan FB, ujung - ujungnya itu).

Kini keduanya kandas gara - gara folder sent item yang tak disadari oleh Tutik, coba Tutik menggunakan 2 HP atau menghapus folder sent itemnya, mungkin kini keduanya telah menikah.

Mungkin, hal ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa perbuatan buruk pasti akan terungkap cepat atau lambat karena Allah tidak akan rela hambanya yang baik dipermainkan oleh orang yang tidak baik. 

So, muhasabahlah bagi yang saat ini melakukan hal yang mirip dilakukan oleh Tutik. Karena jika tidak terungkap, berarti, pasangan resminya saat ini juga melakukan hal yang sama denganmu, karena jodoh itu cerminan dirimu.

Ketahuan Kirim Foto Tanpa Sehelai Kainpun ke Selingkuhannya di File Sent Item WA yang Belum Terhapus, TKW Hongkong Ini Akhirnya Gagal Menikah Dengan Seorang Satpam Bank

Diberdayakan oleh Blogger.
close