loading...

SUARABMI.COM - Romhayati (33), pekerja migran asal Semarang mengidap penyakit Sindrom Antifosfolipid atau penggumpalan darah pada organ tubuh dan sekarang dirawat di ruang ICU RS Veteran, Taipei. Kondisi ini biasanya disebut darah kental.

Menurut keterangan majikan, awalnya Romhayati, yang biasa dipanggil Yati itu mengalami demam dan tak kunjung sembuh disertai dengan batuk.

"Dua, tiga minggu lalu Yati mengalami demam dan tidak sembuh-sembuh juga disertai batuk, "jelas majikan (23/7/2019).

Selain itu, ketika Yati sedang menunggu bis di tepi jalan dia digigit nyamuk hingga beberapa benjolan pada kakinya. Anehnya, beberapa hari kemudian bekas gigitan nyamuk membengkak, dan terasa sakit jika disentuh.

Selain itu Yati, ibu dua anak ini, merasakan kaki sebelah kiri sakit sampai tidak bisa digerakkan, nafas sesak juga lambung terasa mual-mual.
[ads-post]
Mengetahui Yati seperti itu, majikan segera membawanya ke RS untuk melakukan pemeriksaan, saat itu Yati tidak mau menginap, ia hanya minta obat jalan.

Penyakit Yati bukannya membaik melainkan bertambah parah, akhirnya majikan membawanya lagi rumah sakit, setelah tiga hari menginap di UGD baru mendapatkan kamar.

Laporan dari hasil pemeriksaan mengatakan kalau penyakit Yati sudah kritis, ada banyak gumpalan darah di paru-paru, perut, limpa dan ginjalnya.

Berdasarkan hasil beberapa pemeriksaan dengan berbagai gejala ,dokter menyimpulkan Yati terkena "Sindrom Antifosfolipid" atau penggumpalan darah.

Hingga berita ini dirilis keadaan Yati masih kritis, bahkan menurut dokter kemungkinan Yati hanya bisa bertahan hidup tidak lebih dari tiga hari. Wallohu'alam.

Selain itu, majikan Yati juga mengatakan bahwa selama ini hubungannya dengan Yati sangat baik, sudah seperti keluarga sendiri, ia bersedia membantu membelikan tiket pesawat untuk mendatangkan keluarganya untuk menjenguk Yati.

"Saya bersedia mendatangkan keluarga Yati supaya bisa melihatnya untuk yang terakhir kalinya," pungkas majikan Yati dengan nada sedih. Sementara itu, agen Yati juga sudah menghubungi keluarganya yang di Indonesia.

Pada sindrom antifosfolipid, sistem imun menghasilkan antibodi yang menjadikan darah lebih kental atau lebih mudah membeku dibanding kondisi normal, sehingga dapat berisiko menimbulkan gumpalan darah di pembuluh darah arteri maupun vena. Gumpalan darah yang terbentuk ini dapat mengakibatkan penderita APS mengalami:
  1. Deep vein thrombosis, 
  2. Emboli paru.
  3. Keguguran dan komplikasi kehamilan lainnya, seperti kelahiran prematur, serta preeklamsia dan eklamsia.
  4. Serangan jantung dan stroke, terutama yang berulang dan terjadi pada usia yang lebih muda, yaitu di bawah usia 55 tahun untuk laki-laki, dan di bawah usia 65 tahun untuk perempuan.
  5. Ruam dan luka pada kulit.
  6. Penyumbatan pembuluh darah di mata, hati, atau ginjal.

Selain menimbulkan masalah kesehatan, penderita APS seringkali merasakan gejala dan tanda, seperti:



  1. Kesemutan pada lengan dan tungkai.
  2. Lemas dan kelelahan.
  3. Sakit kepala berulang.
  4. Gangguan penglihatan (penglihatan ganda).
  5. Gangguan ingatan.
  6. Gangguan bicara.
  7. Gangguan gerak dan keseimbangan.
  8. Mudah memar akibat jumlah sel trombosit yang rendah.
sumber: liputanbmi, aladokter, wikipedia

Menderita Penggumpalan Darah Hingga Kritis, TKW Asal Semarang Dirawat Di RS Veteran Taipei, Waspadai Penyakit Ini Karena Sering Dianggap Remeh dan Menyerang Wanita, Begini Gejalanya

Powered by Blogger.
close