Pacaran Lewat Facebok, TKW Ini Harus Rela Kehilangan Harta Benda Setelah Bertemu Didunia Nyata

SUARABMI.COM - Berawal dari Facebook, Miftakhul Ulum (37) warga Desa Gumeng RT 02/RW 04, Kecamatan Bungah harus berurusan dengan polisi. Dia ditangkap dirumahnya usai memeras harta TKW asal Lamongan

Kanit Reskrim Polsek Dukun, Bripka Reza Wahyu Winastiko menjelaskan awalnya pertemuan pelaku dengan korban bernama Nurul Faridah (42) warga Desa Tlogoringin, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, seorang tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia melalui Facebook.

Usai saling komen dan like foto, keduanya juga sempat mengirim pesan melalui messenger untuk mendapatkan nomor handphone.
[post_ads]
Percakapan keduanya cukup intens. Sehingga saat korban libur dan kembali ke tanah air. Keduanya janjian untuk bertemu alias kopi darat di Desa Tlogoringin, Sabtu (22/6/2019).

Pelaku langsung membawa motor bertemu dengan korban di Lamongan, pukul 10.00 WIB. Percakapan keduanya cukup intens.

Sehingga saat korban libur dan kembali ke tanah air. Keduanya janjian untuk bertemu alias kopi darat di Desa Tlogoringin, Sabtu (22/6/2019).

Pelaku langsung membawa motor bertemu dengan korban di Lamongan, pukul 10.00 WIB.

Usai saling bertatap muka, bak pasangan yang sedang di mabuk cinta, korban langsung mengajak pelaku menuju rumah keluarganya di Desa Wonokerto, Kecamatan Dukun.

Sesampainya di rumah keluarga korban, pelaku tak sengaja melihat dompet korban yang tertinggal di jok motor pelaku.

Saat di cek, ternyata ada uang tunai rupiah dan mata uang Malaysia, ringgit. Lalu, ATM korban.
[post_ads_2]
"Setelah tahu ada uangnya, pelaku langsung pamit pura-pura beli rokok dan tidak pernah kembali," ujar Bripka Reza Wahyu Winastiko, Jum'at (19/7/2019).

Nah, korban menungu lama namun, pelaku tidak kunjung kembali.

Sehingga saat di hubungi nomornya dalam keadaan tidak aktif dan Facebook korban juga di blokir.

"Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian 7,5 juta dan atas kehilangan Permit dan Card RHB tersebut korban tidak dapat kembali bekerja di Malaysia, akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Dukun," jelasnya.

Petugas langsung melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi.

Hasilnya, petugas langsung melacak identitas pelaku dan mendatangi kediaman pelaku di Bungah, Jum'at (5/7/2019) pukul 01.30 WIB.

"Saat ditangkap pelaku mengelak, namun setelah ada tas dan kartu imigrasi milik korban, dia akhirnya mengakui perbuatannya," tegasnya. Dihadapan petugas, pelaku mengaku membelikan sejumlah barang dari uang korban.

Dan dia tidak tahu jika kartu permit yang dicuri membuat korban tidak dapat kembali ke negeri Jiran untuk bekerja. "Salah satunya buat beli helm," katanya menirukan pengakuan pelaku.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku kini mendekam di balik jeruji besi Mapolsek Dukun dan dijerat dengan pasal 362 KUHP.