loading...

TULUNGAGGUNG - Jumlah orang dengan HIV/AIDS (Odha) di Tulungagung hingga pertengahan tahun 2019 ini menurut data Komisi Penanggulangan Aids (KPA) telah mencapai 2.490 jiwa. 

Hitungan itu dijumlahkan dengan pendataan uang dilakukan sejak 13 tahun lalu. Dari jumlah itu pengidap HIV/Aids didominasi usia produktif.

"Rentang waktu dari tahun 2006-2019 jumlah Odha di wilayahnya terus meningkat hingga total 2.490 jiwa. Bahkan selama awal tahun 2019 ini bertambah 91 orang. Itu data sampai Maret, untuk April sampai Juli ada lagi tambahannya. Odha di Tulungagung ini dari berbagai kalangan mulai profesional, nelayan, pekerja s*ks, petani, buruh pabrik, mantan pekerja migran hingga medis ada juga. Yang meninggal ada sekitar dari 500 orang," kata Ifada Nur Rohmania sekretaris 1 Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tulungagung  

Mayoritas pengidap HIV berjenis kelamin terbanyak laki-laki dan prosentasenya 98 persen terpapar virus akibat hubungan s*ksual yang tidak aman atau bergonta-ganti pasangan. Di sisi lain ada juga ibu-ibu yang terkena AIDS karena tertular dari pasangan. 

Tapi yang paling banyak memang karena hubungan s*ksual akibat hubungan gelap atau perselingkuhan. "Dalam hal ini rata-rata justru het*ros*ksual bukan h*mos*ksual," Imbuh Ifada

Diterangkan oleh Ifada, para Odha biasanya baru terdeteksi saat yang bersangkutan mengalami sakit, hingga dilanjutkan dengan proses pemeriksaan HIV/AIDS. 

Selain itu beberapa ibu rumah tangga terdeteksi saat melakukan pemeriksaan kehamilan di bidan maupun layanan kesehatan. 

Setiap ibu hamil akan dipastikan dilakukan pemeriksaan HIV/AIDS untuk mendeteksi lebih dini sehingga apabila positif tidak sampai menular kepada anak atau orang lain.
[ads-post]
Untuk penanganan sendiri, KPA memastikan jika saat ini kualitas hidup ODHA terus di tingkatkan mulai dari segi pengetahuan,akses layanan kesehatan dan kemudahan dalam akses ARV yang bisa diambil di 5 Puskesmas PDP ( Pelayanan Dukungan Pengobatan) .

Komisi Penanggulangan AIDS Tulungagung sebagai Lembaga pemerintah memiliki Agenda Tahunan menyelenggarakan Pelatihan yang disebut GIPA (Greater Involvement of People  Living With People HIV& AIDS) atau keterlibatan ODHA dalam penanggulangan HIV/AIDS

"(Mereka para) ODHA diberikan penguatan informasi, penerimaan diri terhadap virus - dibongkar mindsetnya hingga di konstruksi kembali cara berpikirnya bahwa hidup dengan hiv dan aids mereka tetap bisa bertahan sehat produktif dan dapat terlibat ikut serta dalam penanggulangan HIV/AIDS," terang Ifada, Sabtu (27/07) siang.

Selain itu, ODHA di Tulungagung di motivasi dalam keterlibatannya sebagai Subjek dalam Penelitian Akademis ataupun Riset Kesehatan ataupun perspektif ilmu lainnya.

"Menjadi pembicara dalam konteks Sucsess Story juga dilakukan," tambahnya.

KPA dan pihak terkait menurut Iva yang juga menjabat sebagai sekretaris KPU itu berharap jika ODHA berdaya akan otomatis mengikis stigma dan diskriminasi yang masih ada.  

"So, what ?? Dengan ODHA..Odha bukan Monster ..Odha bukan kriminal ,jadi konsep diri Odha dibangun positif dan makin percaya diri," pungkasnya.

jatimtimes

Penderita HIV/AIDS di Tulungagung Capai 2.490 Orang, Kebanyakan Tertular Dari Hubungan Perselingkuhan

Powered by Blogger.
close