loading...

SUARABMI.COM - Nasib tidak beruntung menimpa keluarga Bapak Taruna (39), warga Desa Jayalaksana, Kec, Kedokanbunder, Kab, Indramayu. Anak perempuan pertamanya, Ayu Anjani yang masih berusia 17 tahun, Sudah 20 Bulan lamanya tidak diketahui keberadaanya sejak bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malasyia.

“Ayu Anjani Diberangkatkan Bulan Oktober 2017 lalu, kabar terakhir sewaktu perjalanan mau naik kapal laut, setelah beberapa jam hilang kontak, sejak itu, hingga sekarang belum ada kabar beritanya.” ucap Taruna,Kamis ( 20/06/2019) lalu dikediaman kontrakannya.

Taruna berulangkali mengatakan, keberadaan Ayu Anjani sudah tidak diketahui tidak lama setelah berangkat ke Malasyia menempuh jalur laut. “Sejak keberangkatannya ke Malasyia, anak saya hilang kontak, apalagi mengirim uang ke keluarga juga enggak sama sekali,” kata Taruna

Taruna menceritakan,  Ayu Anjani berangkat menjadi TKW pada 2017 silam, dan masih berusia 17 Tahun, tetapi sponsor atas nama Ibu Cerri Warga Segeran Kidul membujuk rayu dirinya bahwa Ayu Anjani bisa diproses, dan akhirnya masuk jebakan.

Ayu Anjani memilih menjadi TKW untuk membantu kebutuhan ekonomi keluarga di kampung dan bercita-cita memiliki rumah sendiri. “Saya sudah katakan ke Ayu Anjani dan Sponsor, Anak saya masih berusia 17, namun sponsor mengatakan bisa diproses, karena saya tidak ngerti saya nurut saja,” ungkap Taruna

Dia berharap pemerintah melalui Badan Perlindungan Penempatan dan Pekerja Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Perwakilan Kab, Indramayu, bisa membantu keluarganya menemukan keberadaan Ayu Anjani.
[ads-post]
Sementara itu, Suparno, selaku Pendamping mengatakan, pihak keluarga sudah berupaya berkali kali minta pertanggung jawaban ke Pihak Sponsor, namun berkali kali juga tidak ada hasilnya.

“Terakhir kemarin, hari Rabu saya datangi sponsornya, namun tetap beralibi akan berusaha mencari keberadaan Ayu Anjani.” Ucap Suparno

Atas kesepakatan Taruna, Suparno sekaligus Ketua dari Lembaga Investigasi Negara mengadukan Atas tidak ada kabarnya Ayu Anjani ke Kantor BP3TKI untuk meminta informasi.

“Hari ini ( Kamis, 20/6), Kami mendatangi kantor BP3TKI Perwakilan Indramayu untuk mengadukan Tidak ada kabarnya Ayu Anjani di Malasyia,” tuturnya

Dalam Pengaduaannya Ke BP3TKI, Taruna menuntut 2 hal, pertama agar Anaknya ditemukan serta bagi penyalurnya diproses secara hukum.

” Diaduan tersebut, saya meminta 2 tuntutan yang pertama memohon untuk mempulangkan Ayu Anjani dari malasyia serta menuntut hak haknya,  yang kedua, memohon bagi penyalur, agar diproses secara hukum yang berlaku.” ujarnya

Selanjutnya Dari BP3TKI mengatakan tidak ditemukan data dokumen nama Ayu Anjani di Badan Perlindungan Penempatan dan Pekerja Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Di Kab, Indramayu.

“Ya mas, tidak muncul di komputernya atas nama Ayu Anjani, artinya diduga Ayu Anjani ini diproses melalui Non Prosedural.” ujar Ali Staf BP3TKI Kab, Indramayu,  Kamis (20/6) lalu.

Ali mengatakan, PMI atau TKI, TKW dari Kab, Indramayu, yang prosesnya secara Prosedural otomatis akan muncul datanya di Sistem BP3TKI dan BNP2TKI. “Nama PMI pasti terdata disini, bila prosesnya melalui PT pada PPTKIS.” ujarnya

Terkait tidak munculnya data Ayu Anjani,  membuat Taruna Ayah Kandung dari Ayu Anjani menceritakan kronologis pemberangkatan Anak Perempuan Pertamanya. “Berangkat pada Tahun 2017 lalu, dan Ayu Anjani berangkat masih berusia 17 tahun, namun oleh Sponsor di gelembungkan umurnya menjadi 23 tahun.” kata Taruna

Taruna mengatakan, Ayu Anjani diberangkat oleh oknum sponsor bernama Ibu Cerri warga Segeran Kidul. Kemudian oleh Ibu Cerri, Ayu Anjani dibawa ke Penyalur bernama Ibu Merri. “Setahu saya, Ayu Anjani di bawa Ibu Cerri ke Pamanukan Kab, Subang ditempatkan diKediamannya Ibu Merri (Penyalur), tapi saya tidak ikut, dan tidak tahu rumah Ibu Meri,” katanya.

Terkait umur Ayu Anjani yang masih berusia 17 Tahun, dan ada ijin darinya,  Taruna tegas menuding Sponsor lah yang berani memprosesnya. “Saya orang awam, awalnya Ayu Anjani pingin sekali kerja ke luar negeri, namun saya katakan kamu masih berusia 17 tahun gak bisa berangkat, tetapi Setelah bertemu Sponsor Ibu Ceri warga Segeran Kidul itu, Dia mengatakan bisa di proses,” ungkapnya

Sementara itu, Perwakilan BP3TKI, Ibu Nisa, mengatakan pengaduan yang sudah diterimanya, akan dikordinasikan ke Dinas Dinas terkait, BNP2TKI serta ke Kepolisian. “Pasti di tindak lanjuti, tinggal nunggu kabar selanjutnya, kami akan kordinasikan dulu,” tegasnya.

TKW Asal Indramayu Hilang Kontak Sejak Bekerja Di Malasyia 20 Bulan yang Lalu

Diberdayakan oleh Blogger.
close