loading...

SUARABMI.COM - Pemerintah Australia meningkatkan kuota visa bekerja dan berlibur, untuk warga nergara Indonesia (WNI), dari 500 menjadi 5000 orang per tahun. Penambahan kuota untuk bekerja sekaligus berwisata itu bagian dari Australia Indonesia Comprehensive Economic Partnership Agreement (AI-CEPA) yang ditandatangani kedua negara Maret lalu.

Wakil Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia Allaster Cox mengatakan penduduk Australia berusia tua semakin banyak sehingga terus membutuhkan tambahan tenaga perawat. Dengan memiliki visa work and holiday, WNI minimal lulusan Diploma II, yang datang bisa berlibur dan bekerja dengan batasan waktu tertentu.

“Visa work and holiday artinya orang bisa ke sana untuk kepariwisataan, tapi dengan visa ini bisa bekerja untuk beberapa jam, saya tidak pasti, sekitar 10 hingga 20 jam per minggu,” kata Cox ditemui SUARA di Villa Pantai Solong, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat, 19/7/2019.

Diambil dalam situs resmi Kedutaan Australia, disebutkan pemegang visa kerja and turis tidak boleh bekerja pada seorang majikan lebih dari 6 bulan berturut-turut. Syaratnya berusia 18-30 tahun, memiliki uang AUD 5.000.
[ads-post]
Cox juga menyebutkan saat ini ada sekitar 20 hingga 30 ribu WNI yang bekerja sebagai dosen ataupun profesi lain di Australia. Sementara tenaga perawat, selain dari Indonesia juga didapatkan dari Filipina, China dan India.

“Kami selalu perlu staf-staf (pekerja), khususnya di bidang kesehatan, sebagai perawat. Jumlah orang yang sudah tua di Australia semakin meningkat, dan jumlah staf untuk rumah-rumah orang tua, kebutuhannya meningkat, perawat banyak diperlu,” kata dia.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Banyuwangi, Jawa Timur, Agung Subastian, mengatakan minat masyarakat untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Australia sangat besar. Informasi yang didapatkannya, gaji yang diperoleh PMI di Australia bisa mencapai lebih dari 30 juta per bulan.

Masalahnya banyak PMI di Australia menggunakan jalur ilegal sehingga tidak mendapatkan transparansi sitim penempatan kerja maupun asuransi tenaga kerja yang sebetulnya berhak mereka dapatkan. Sosialisasi dari Pemerintah Indonesia juga dinilainya masih minim untuk mereka yang beniat bekerja di Negeri Kanguru itu.

“Minat warga Indonesia bekerja ke Australia, khususnya dari Banyuwangi cukup tinggi, kerjanya enak hitung-hitungan gaji lumayan kalau dikurskan. Tapi beberapa mengadu ke kami kondisinya kurang terkait jaminan kesehatan karena banyak yang tidak berdokumen,” kata Agung. | suara

Ada 5000 Job Untuk TKI di Australia, Visanya Bekerja dan Berlibur, Kamu Minat? Kerja Sambil Liburan? Gajinya Diatas 30 Juta Loh

Powered by Blogger.
close