loading...

SUARABMI.COM - Pengendara sepeda motor listrik yang suka ngebut lebih dari 25 kilometer per jam atau yang tidak suka memakai helm disarankan untuk berhati-hati terhadap amandemen peraturan baru yang diusulkan yang dapat menguras kantong mereka terutama dikalangan TKI yang saat ini ramai memakai sepeda listrik.

Kementerian Perhubungan dan Komunikasi (MOTC) Taiwan mengumumkan bahwa mereka berencana untuk mengubah peraturan tentang pengendara sepeda listrik yang ngebut dan tidak mengenakan helm, dimana mereka yang melanggar hal ini akan didenda sesuai aturan baru. 

MOTC telah membuat pemberitahuan sebelumnya mengenai rancangan amandemen Pasal 2 dan Pasal 12 mengenai "Hukuman dan Penanganan Standar Pelanggaran Peraturan Lalu Lintas Jalan," ngebut diatas ketentuan, tidak memakai helm saat mengendarai sepeda listrik, dan memodifikasi  sepeda listrik, bisa didenda. Amandemen peraturan yang disusun dikatakan mulai berlaku pada Oktober.
[ads-post]
Menurut pemberitahuan sebelumnya, ngebut dengan sepeda listrik dihukum dengan denda mulai dari NT $ 900 (sekitar Rp. 400.000) hingga NT $ 1.800 (sekitar Rp. 800.000 dan tidak mengenakan helm dapat dihukum dengan denda NT $ 300 atau sekitar 135 ribu. 

Sedangkan mereka yang memodifikasi sepeda motor listrik secara ilegal dikenakan denda mulai dari NT $ 1.800 hingga NT $ 5.400 atau sekita 2,4 juta rupiah.

Dikalangan BMI sendiri banyak yang memodifikasi sepeda listrik dari merubah bentuk stir hingga merubah kapasitas baterai dan dinamo yang bisa mempengaruhi kecepatan, sebelum terlambat, mulai sekarang kembalikan lagi ke mode pabrikan agar selamat dari denda.

Nah sahabat BMI Taiwan yang saat ini memiliki sepeda listrik, ketahui aturan ini sebelum uang gaji bulanan kamu tergerus untuk membayar denda karena kesalahan.

suaraBMI, Taiwanews

Aturan Baru Pengguna Sepeda Listrik Taiwan, Ngebut Diatas 25km/jam, Tak Pakai Helm dan Modifikasi Bisa Didenda Hingga NT$ 5400 Setara 2,4 Juta Rupiah

Powered by Blogger.
close