loading...

SUARABMI.COM - Kesal ditagih secara terus menerus utang sebesar Rp 45 juta, Tika Herli (35), yang merupakan seorang calon TKI/ TKW di Pagaralam, Sumatera Selatan, nekat membunuh sang penagih utan dan anaknya.

Sakit hati yang dipendam, warga Perumnas Nendagung Kecamatan Pagaralam Selatan itu akhirnya memunculkan niat membunuh korban.

"Pelaku Tika menghubungi dua rekannya untuk membunuh kedua korban. Dua pelaku diupah oleh Tika Rp 5 juta," kata Kapolres Pagaralam AKBP Tri Saksono Puspo Aji, saat gelar perkara, Kamis (3/1/2019).

Selain mengamankan Tika Herli, polisi juga mengamankan dua pelaku lainnya yakni, Riko (22) warga Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang, kemudian Jefri (22) Warga Palembang.

Mereka berdua adalah rekan Tika yang melakukan pembunuhan kepada Ponia dan anaknya Selfia (13). Riko dan Jefri mendapatkan uang sebesar Rp 5 juta dari Tika.
[ads-post]
Tika menculik keduanya dari rumah korban di Jalan Gunung Gendang, Kelurahan Besemah Serasan, Kecamatan Pagaralam Selatan, pada (15/12/2018) lalu.

Ponia yang baru saja menjemput anaknya pulang sekolah dipaksa masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil, Ponia dianiaya hingga tewas disaksikan anaknya Selfia yang sempat mencoba kabur sebelum dibunuh.

Jenazah Poniah ditemukan 10 hari kemudian, tepatnya pada (25/12/2018), oleh warga sekitar dengan kondisi membusuk di pinggir aliran Sungai Lematang, Kabupaten Lahat. Empat hari setelah itu, jenazah Selfia juga ikut ditemukan di lokasi yang sama.

Tika Herli (31) dan Riko Apriadi (20) dua terdakwa kasus pembunuhan sadis terhadap Ponia (31) dan Selvia (13) yang merupakan ibu dan anak, divonis hukuman mati oleh majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) kota Pagaralam, Sumatera Selatan.

Kedua terdakwa ini terbukti secara sah dan meyakinkan telah melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana karena telah menghilangkan nyawa kedua korban secara sengaja.

Sementara, satu terdakwa lagi yakni Jefri (21), telah lebih dulu divonis hakim dengan hukuman selama 10 tahun penjara.

Ketua Majelis Hakim M Martin Helmi usai membacakan vonis tersebut mengatakan, kedua terdakwa memiliki waktu selama satu pekan untuk menentukan sikap dari vonis yang dijatuhkan tersebut.

"Apabila 7 hari ke depan tidak ada laporan banding yang masuk, maka secara resmi putusan dinyatakan sah secara Undang-undang," kata Martin dalam sidang, Selasa (21/8/2019).

Ida (50) ibu dari Ponia mengaku bersyukur atas putusan tersebut karena perbuatan para terdakwa sangat keji saat membunuh anak dan cucunya. "Mereka kejam, mereka pantas mendapatkan hukuman itu," kata Ida. 

Kesal Ditagih Terus Utang Rp 45 Juta, Calon TKW Ini Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Ibu dan Anak, Akhirnya Ia Tertangkap dan Divonis Hukuman Mati

Powered by Blogger.
close