-----
loading...

====

Berteman

SUARABMI.COM - Kenalkan aku anak rantau pejuang NT$, asalku dari Jojok Kutawaru Cilacap. Aku lagi nyari orang yang namanya Suyatno,  dia kerja di Taiwan sudah 10 tahun gak pernah pulang. Awal berangkat pada tahun 2009 lewat PT dan resmi, di jaman itu masih sedikit sekali orang yang jadi TKI ke Taiwan dan di jaman itu juga masih susah prosesnya, butuh biyaya yang sangat banyak.

Pada waktu itu orang tua dia (mbah ku) tidak punya apa - apa cuma punya tanah hingga akhirnya tanahnya di gadaikan ke bank untuk proses anaknya ke Taiwan, kalau gak salah waktu itu di gandaikan 50-60 juta untuk keberangkatan anaknya (om saya sendiri karena dia adik dari ibu kandung aku).

Berjalan satu bulan dua bulan sampai 6 bulan dia di Taiwan, semuanya biasa saja masih bisa mengirim uang ke orang tuanya untuk mencicil hutang nya di Taiwan, hingga akhirnya dia menghilang tanpa kabar.
Hilang kabarnya dia itu sama saja membunuh orang tuanya (mbahku) hutang tiap bulan di bank bunganya terus meningkat, bila tidak di bayar sesuai perjanjian.
[ads-post]
Sementara mbahku sudah tua tidak ada pekerjaaan tetap. Dulu hanya tukang nderes (pembuat gula merah) hingga akhirnya mbahku tumbang dengan pekerjaannya itu.

Pokoknya malam di jadikan siang, siang tetap menjadi siang hanya untuk mencari uang untuk bisa tetap setor ke bank.

Hingga pada akhirnya tahun kemaren hutang di banknya lunas, lihat betapa besar perjuangan mbahku, pasti kalian bertanya kenapa aku tidak membantunya padahal aku sudah bekerja di luar negri?

Jawabannya aku sudah membantu sebisaku, membantu membuat rumahnya yang mau roboh menjadi sedikit lebih nyaman, sempat dia, Suyatno memberi kabar sekitar 2 tahun yang lalu, itupun aku yang mencarinya lewat media sosial.

Setelah itu dia sempat telpon ke orang tuanya dan di situ aku bahagia karena aku melihat muka mbahku setelah dapat telpon dari anaknya sangat bahagia.

Senyum bahagia yang sudah lama aku tidak pernah melihatnya tapi itu hanya sementara, 3 bulan kemudian dia menghilang lagi dengan membawa luka lagi.

Waktu pas telpon, rumah mbahku sudah mau roboh, dengan mulut manisya Suyatno berkata kepada bapaknya, "Pak pean pesen genteng, asbes pasir buat bikin rumah nanti semua uangnya aku ganti".

Tapi setelah semua barang di pesan, Suyatno menghilang lagi tanpa jejak dan barang yang sudah di pesan harus di bayar.

Hingga aku dan cucu - cucu lainya pun membantu untuk membayar barang yang sudah di pesan.

Hingga akhirnya membantu sampai rumah itu berdiri. Demi Allah aku gak mengaharap apa-apa dari Suyatno, aku cuma mau bilang, "Bapakmu baru selesai operasi, dia lagi berjuang dengan maut, dia rindu, apa lagi ibumu, setiap aku telpon selalu kamu yang di tanyakan. Kamu jangan khawatir, aku tidak akan meminta apapun dari mu atau meminta ganti apapun padamu, tapi tolonglah hubungi bapakmu, saking rindunnya, Bapakmu sakit yang di inget kamu"

Mbak mbak, Mas mas, siapa yang tau tentang Suyatno tolong kasih tau ke aku, karena fbku alat komunikasi ku satu - satunya di blokir. Iki nomer hpku mba +886979140859.   Tolong kalau yang jadi sahabatnya, dia bilangin ke dia, orang tuanya merindukan.

Mas Suyatno, Kasihanilah Kedua Orang Tuamu yang Telah Banting Tulang Melunasi Hutangmu Hanya Demi Kamu Bisa ke Taiwan, Jangan Buat Mereka Mati Sia - Sia Hanya Karena Ulahmu

Diberdayakan oleh Blogger.