loading...

SUARABMI.COM - Misteri tewasnya Iceu Rohilah (36), TKW asal Cianjur terkuak. Iceu tewas setelah mengalami pendarahan saat melahirkan anaknya dalam usia kandungan tujuh bulan, di Brunei Darussalam.

Ia ditemukan tewas bersama bayi yang baru dilahirkannya di sebuah kontrakan di Brunei Darussalam.

Dalam keterangan KBRI, kini pihak kepolisian Brunei Darussalam masih memburu pacar Iceu yang juga warga negara Indonesia.

Keterangan tersebut didapat dari forum pegawai migran Indonesia yang mendapat kuasa hukum dari pihak keluarga.

"Kronologisnya bahwa TKW atas nama Iceu Rohilah telah meninggal di Brunei, lalu ada kabar kepada keluarga, pihak keluarga datang meminta tolong bagaimana caranya minta petunjuk agar TKW bisa dipulangkan," ujar Sekretaris FPMI, Herlan, saat ditemui di kantor FPMI Jalan Ciwalen, Warungkondang, Kamis (29/8/2019).
[ads-post]
Herlan mengatakan, KBRI menawarkan agar TKW dimakamkan di Brunei lalu meminta uang Rp 50 juta kalau ingin dipulangkan ke Indonesia.

"Saya langsung menghubungi KBRI. Saya tanyakan ke KBRI untuk apa uang sebesar itu, jawabannya untuk operasional ada pun yang harus dibicarakan apakah dari KBRI atau komunitas, saya tegaskan keluarga TKW orang miskin," ujar Herlan.

Lalu Herlan bertanya perihal penyebab kematian dari TKW Iceu. Ia mengutip keterangan KBRI bahwa dilihat dari sebab kematian ada indikasi melahirkan di kontrakan sendiri lalu mengalami pendarahan hebat.

"Hasil autopsi rumah sakit didapat pendarahan usia kandungan pada tujuh bulan," kata Herlan. Ia juga mengatakan, KBRI menerangkan pacarnya masih DPO oleh kepolisian Brunei Darussalam.

"Setelah itu lalu kami konsen ke pemulangan jenazah. Lalu kami membuat surat keterangan tak mampu dari desa lalu dilemparkan ke KBRI," katanya.

Ia sedikit memaksa agar KBRI memulangkan jenasah Iceu. "Saya tegaskan saya tak mau tahu karena ini WNI ini yang patut dibela, jenazah harus dipulangkan, pengakuan keluarga ingin dimakamkan di kampung halaman," katanya.

Jenazah sempat tertahan hampir tiga minggu di Brunei Darussalam. Sebelumnya KBRI sudah menjanjikan prosesnya tiga hari, tapi molor dengan alasan belum dapat izin dari Kedubes. Pihak KBRI tetap menyarankan kalau boleh dimakamkan di Brunei.

"Saya kembali mendesak KBRI, alhasil Kedubes mengizinkan untuk dipulangkan," katanya. KBRI menyatakan TKW Iceu ilegal karena visa dan paspor tak ada. "Kami sudah melaporkan ke Polres Cianjur mengenai siapa yang memberangkatkan Iceu," katanya. Herlan mengatakan, karena ilegal hak ahli waris pun sulit didapatkan.

Misteri Tewasnya Iceu Terkuak, TKW Ilegal yang Melahirkan dan Pendarahan Hingga Meninggal, Berikut Hasilnya

Powered by Blogger.
close