loading...

SUARABMI.COM - Arab Saudi memindahkan ibu kota dari makah administratif Jeddah ke Riyadh cukup berhasil. Riyadh Berkembang menjadi Kota metrodolar dengan bangunan modern serta di dukung oleh BUMN BUMN yang handal kaya dan mempunyai LABA UNTUNG DI PASAR DUNIA.

Sekarang warga Saudi menikmati keberadaan ibu kota Riyadh sebagai pusat pemerintahan dan diplomatic internasional.

Kenapa Saudi memindahkan Ibu kota ke Riyadh?

Perimbangan pembangunan dan pertahanan antara wilayah timur dan barat agar bisa ber imbang, ancaman invansi dari negara megara tetangga sangat rentan ,dan Riyadh sangat strategis bila berhadap hadapan dengan negara negara seperti IRAQ yang sejak dulu menjadi ancaman dari luar.
[ads-post]
Dana melimpah,pertumbuhan ekonomi menguat dan BUMN BUMN kerajaan Saudi Aramco,Sabic,Saudi bin ladin yang sehat kuat mendorong pembangunan Ibu kota Riyadh secara financial akhirnya keberhasilan  sangat mendukung dan menunjang kemajuan Arab Saudi ,di mana kota kota yang dulu lamban berkembang ,sperti Ar Ar Qatif Al Hasa lambat laun setelah kehadiran Riyadh sebagai ibu kota perkembangan pesat ke seantero wilayab timur Arab Saudi tentunya dengan dukungan Bumn Bumn yang melebarkan sayap usahanya di provinsi provinsi tertinggal.

Saudi sukses dengan pembangunan ibu kota baru dan kini sedang merancang pembangunan kota kota reklamasi di pantai pantai nan terpencil,dengan slogan SAUDI VISION 2030,blue print pembangunan sangat terbuka dengan rencana yang tersistematis dean strategis.

Semoga saja perpindahan ibu kota Jakarta ke Kalimantan Timur ,bisa menjadi solusi pembangunan industri  pertahanan, ketahanan sipil dan militer dalam perimbangan di Indonesia, dengan SDM UNGGUL INDONESIA MAJU maka akan mengakhiri kisah pilu para TKI yang bekerja di luar negeri dengan the ending of, bahwa negeri kita pun bisa menjamin kerjaan yang layak bagi kita semua.

Catatan BUMN BUMN nasional dan tenaga kerja pribumi .harus menjadi perioritas dalam pendanaan dan pembanguan ibu kota baru ,agar nuansa dan Rasa adalah made in Indonesia.

Oleh: Agus Gia Riyadh

Pemindahan Ibu Kota Indonesia Akhir Dari Warganya STOP Menjadi TKI, Setujukah? Berhasilkah?

Powered by Blogger.
close