loading...

SUARABMI.COM - Kepolisian distrik enam kota Tainan mengingatkan para pekerja migran yang berjilbab untuk tetap menggunakan helm pada saat mengendarai sepeda listrik.

Sebagaimana disampaikan oleh petugas kepolisian Taiwan, Sherry Shu (許儷馨) saat menghadiri acara sholat idul Adha di Tainan hari Minggu (11/8/2019) lalu melalui akun facebooknya (14/8/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Sherry Shu mengatakan sekaligus mengingatkan kepada pekerja migran Indonesia di Taiwan yang mayoritas beragama Islam khususnya perempuan akan mengenakan jilbab.

Namun bukan berarti saat mengendarai sepeda listrik hanya mengenakan jilbab saja dan tidak perlu lagi memakai helm.
[ads-post]
"Mengendarai sepeda listrik dengan mengenakan jilbab sangatlah berbahaya, untuk menjaga keselamatan hendaklah tetap memakai helm, "jelas Sherry Shu yang dikenal akrab oleh pekerja migran di Tainan.

Lebih lanjut Sherry mengingatkan, apabila ingin terhindar dari denda, maka patuhilah peraturan tentang mengendara sepeda listrik di jalan raya.

Bagi mereka yang mengendarai dengan kecepatan di atas 25 kilometer per jam akan dikenakan denda NTD 900 hingga NTD 1800.

Sementara mereka yang tidak memakai helm akan didenda NTD 300, dan yang secara sewenang-wenang memodifikasi sepeda listrik akan didenda NTD 1800 hingga NTD 5400.

Sepeda listrik tidak dapat digunakan untuk boncengan, jika dilanggar akan di denda NTD 300 hingga NTD 600.

Menurut Sherry Shu, sepeda listrik merupakan salah satu alat transportasi pilihan pekerja migran di Taiwan.

Untuk menghindari adanya pelanggaran peraturan akibat ketidaktahuan pengendara sepeda listrik, Kepolisian distrik enam kota Tainan membuat brosur dan diterjemahkan dalam empat bahasa, yaitu bahasa Indonesia, Inggris, Vietnam dan Thailand.

Peringatan untuk TKW Taiwan yang Menaiki Sepeda Listrik Pakai Jilbab Dari Kepolisian dan Dendanya

Diberdayakan oleh Blogger.
close