loading...

SUARABMI.COM - Sahabat BMi dimanapun berada, pernah kecewa atas perlakuan orang lain terhadapmu? pasti ada yang menjawab pernah, dan jujur rasa setelah dikecewakan itu bukan lagi sakit, tapi lebih daripada itu, seakan marah dan sakit bercampur jadi satu, hingga diam tanpa sepatah katapun lebih baik.

Dan tentu jika sudah demikian, lebih-lebih jika perlakuan demikian berulang kali, maka pasti tidak akan ada yang benar-benar sanggup memaafkan, setelah diperlakukan buruk berkali-kali.

Iya memang begitu sulit memperbaiki hati setelah tidak baik-baik saja, dan mungkin memaafkan sekedar berkata “oke aku maafkan” bisa dikatakan oleh lisan, bisa dibentuk oleh lidah, tapi terkadang hati berteriak angkuh untuk berkata “tidak”.

Apakah ini wajar? tentu, karena manusia tercipta dengan nafsu, maka pantas saja jika ketika dirusak ketenangannya dia tidak terima.
[ads-post]
Mau sampai kapan? tergantung dari seberapa bijak kamu menenangkan hatimu, karena mungkin sesekali melupakan apa yang terjadi itu bisa, tapi ada kalanya semua rasa yang ada sangat menyiksa batin.

Sekali lagi yang seperti itu sulit, bahkan sangat sulit, terlebih bila sebelumnya memang sudah mendapatkan kejadian sama berulang kali.

Tapi mungkin sekedar hilang ingatan tentang rasa sakit sebentar saja mungkin bisa, tapi untuk selamanya butuh yang namanya perjuangan, butuh yang namanya menekan hati untuk tetap tenang.

Oleh sebab itu mengapa dikatakan melupakan setelah sering dibuat sakit hati itu sangatlah sulit, karena memang proses memaafkan itu butuh yang namanya perjuangan hebat.

Kamu harus tahu, melupakan itu akan mudah jika kamu sudah benar-benar memaafkan, tapi sayangnya yang seperti itu sangatlah sulit, dan kamu butuh berlatih dengan sungguh-sungguh.

Apalagi jika diperlakukan tidak menyenangkan bukan hanya sekali, bukan hanya sebantar, tentu sakitnya pun bukan lagi terasa sakit, tapi lebih kepada kecewa.

Bagaimana rasanya kecewa? hati bukan lagi sakit, tapi marah dan menyesal akan berkecamuk bersamaan, sehingga satu-satunya untuk tenang adalah diam, dan itulah alasan mengapa kadang memaafkan itu begitu sulit.

Tidak Akan Ada yang Benar-benar Sanggup Memaafkan, Setelah Diperlakukan Buruk Berkali-kali

Powered by Blogger.
close