-----
loading...

====

Berteman

SUARABMI.COM - Setiap bayi yang dilahirkan oleh pekerja migran wanita kaburan di Taiwan secara otomatis mendapatkan status “bayi tanpa kewarganegaraan”. 

Mereka kerap menemui jalan buntu saat mencari bantuan. Namun, pekerja migran yang hamil dapat meminta bantuan kepada pemerintah dan instansi swasta untuk mendapat bantuan sehingga tidak perlu khawatir akan masalah kesehatan bayi mereka.

Saat ini ada sekitar 50ribu pekerja migran kaburan di Taiwan, diantaranya merupakan pekerja migran yang hamil dan melahirkan bayi tanpa status kewarganegaraan sehingga tidak berhak mendapatkan vaksinasi, berobat saat sakit, asuransi kesehatan dan sarana pendidikan.

Asosiasi rumah harmoni, salah satu rumah penampungan pekerja migran dan anak mereka telah menampung setidaknya 500 pekerja migran dan anak - anak mereka.
[ads-post]
"Bila anak - anak kalian tidak mendapatkan vaksinasi, kalian boleh mencari kami, kami akan membantu kalian mendaftar panduan kesehatan anak - anak atau apabila mereka hendak membawa anak mereka kembali ke tanah air, namun mereka sendiri masih belum ingin pulang dan berharap anak mereka diasuh bapak ibu mereka di kampung halaman, mereka juga boleh mencari kami" Kata Yang Jie-yu, Pendiri Asosiasi rumah harmoni.

"Kalau mbak mbak hamil atau ada masalah dengan anak bisa bawa kesini, dititipin sama meme, meme bisa bantu" Ungkap salah satu relawan asal Indonesia.

"Karena takut tertangkap, banyak pekerja migran tidak berani meminta bantuan pemerintah, bahkan tidak berani ke rumah sakit untuk memeriksakan sehingga tidak mendapatan perawatan baik selama masa kehamilan maupun masa kelahiran " Kata Wang Xiao-yun, Staf khusus pelayanan pekerja migran New Taipei.

Melahirkan anak di Taiwan baik itu direncanakan maupun tidak bisa membuat siapa saja bahagian namun bisa berakhir tragis bila tidak mendapatkan perawatan sempurna.

Pemerintah dan instansi swasta terus berusaha memperbaiki masalah ini. Upaya masing - masing pihak masih diperlukan untuk memperbiki hukum dasar.

500 Bayi Pekerja Kaburan di Taiwan Ditampung Dipanti ini, Kebanyakan Mereka Takut Tertangkap Hingga Menelantarkan Anaknya

Diberdayakan oleh Blogger.
close