loading...

SUARABMI.COM - Mulai dari tanggal 6 September 2019, seluruh tas tangan atau bagasi kabin yang dibawa ke Taiwan dan berasal dari Singapura, Malaysia, Indonesia, serta Brunei Darussalam akan diperiksa pihak bea cukai, sebagai bagian dari perlindungan pencegahan merebaknya Virus Flu Babi Afrika di Taiwan.

Sebelumnya, bagasi kabin yang diperiksa hanya yang berasal dari Myanmar, Tiongkok, Rusia, Mongolia, Hong Kong, Makau, Filipina, Vietnam, Kamboka, Laos, Thailand, Korea Utara, dan Korea Selatan, demikian pernyataan dari Pusat Operasional Darurat Virus Flu Babi Afrika.

Meskipun saat in belum ada laporan merebaknya wabah Virus Flu Babi Afrika di Singapura, Malaysia, Indonesia, dan Brunei, namun pemeriksaan bagasi kabin diperluas sebagai langkah pencegahan.

Pengunjung yang berasal dari negara-negara dengan resiko tinggi terkait Virus Flu Babi Afrika, jika didapati membawa produk mengandung daging babi akan dikenakan denda sebesar $ 200.000 NTD, jika mereka melanggar untuk pertama kalinya. Mereka yang mengulangi kesalahan yang sama, akan didenda sebesar $ 1 juta NTD, sesuai dengan peraturan Taiwan.
[ads-post]
Bagi mereka yang membawa produk mengandung daging babi ke Taiwan dari negara-negara bebas penyakit kaki dan mulut (FMD) dan bebas penyakit infeksi akut pada hewan ternak, maka akan dikenakan denda tidak kurang dari $ 10.000 NTD.

Sementara, bagi penumpang yang membawa daging babi dari negara-negara terdampak penyakit FMS, seperti Indonesia, Brunei, dan Malaysia, maka pelanggar akan dikenakan denda setidaknya $ 30.000 NTD.

Dengan semakin dekatnya Festival Kue Bulan, pusat operasional darurat ini pun mengingatkan seluruh penumpang untuk tidak masuk ke Taiwan dengan membawa kue bulan yang mengandung daging babi.

Mulai dari tanggal 1 Agustus hingga 4 September, tercatat ada 18 kasus penumpang yang membawa kue bulan dengan isi daging babi, dari Jepang, Tiongkok, Hong Kong, Makau, dan Vietnam.

Taiwan saat ini dalam fase sangat waspada, khawatir penyebaran Virus Flu Babi Afrika akan menghantam industri peternakan babi lokal yang bernilai $ 80 miliar per tahun. Meskipun virus ini tidak berdampak bagi manusia, tetapi sangat mematikan bagi babi dan hingga saat ini belum ada obat atau vaksin. | nihao, pts

Antisipasi Virus, Seluruh Bagasi Penumpang dari Indonesia yang Tiba di Taiwan Akan Diperiksa Detail Mulai 6 September 2019, Hati - Hati Bawa Titipan, Karena Pasti Kena

Powered by Blogger.
close