loading...

SUARABMI.COM - Tim Cobra Polres Lumajang, baru saja mengungkap kasus money games dengan mekanisme menggunakan sistem piramida dalam perdagangannya.

Polisi menangkap Mohamad Karyadi (48) warga Desa Singgahan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.

Menurut keterangan Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, dalam press release yang digelr Selasa (4/9/2019) lalu, disebutkan, Kariyadi merupakan direksi PT Amoeba International mengaku berafiliasi dengan PT Q-Net sebagai induk perusahaan yang menjalankan perdagangan sistem piramida.

Terungkapnya kasus ini bermula dari laporan warga yang kehilangan anaknya bernama Putri Ayuni, warga desa Sumbersoko Lumajang.

Setelah dilakukan penyelidikan, anak tersebut ditemukan di Madiun, dari hasil interogasi, Polisi mendapatkan informasi kalau anak tersebut bukan diculik namun diajak temannya untuk ikut bisnis Q-net.

Ditemukan juga 6 anak dari Lumajang yang juga mengikuti bisnis tersebut, oleh karena polisi mengembangkan kasus ini karena ada dugaan kasus pidana besar yang terjadi.
[ads-post]
Kecurigaan polisi ternyata benar, keenam anak muda tersebut ternyata menjadi korban bisnis money game Q-net.

Mereka mengaku menyetor sejumlah uang untuk membeli produk dan mendapatkan penghasilan tetap setelah bisa mencari orang untuk dijadikan downline.

Selama menunggu downline, korban ditampung ditempat penampungan  dan tidak diberi makan. "Karena disana saya nggak betah pak, dikasih makan itu cuma nasi sama garam, terus ambil singkong dari kebun orang." Kata m Iqbal salah satu korban.

Menurut Iqbal, kalau kerja di Q-net seminggu dapat uang 3 juta, satu bulan atau berapa tahun bisa beli mobil. Iqbal mengaku untuk menjadi anggota Q-net harus menyetor uang 9,5 juta rupiah.

Polisi akhirnya berhasil membekuk bos pelaku penipuan dengan modus MLM ini, yakni Mohammad Karyadi sebagai direksi Q-net Madiun.

"Jadi ini modusnya money game, menggunakan system piramida, jadi perlu diketahui bahwa menjalankan system ini saja sudah pasti pidana dan perlu kita ketahui bersama bagaimana konsep cuci otak yang dilakukan oleh para pelaku sampai korban takut untuk pulang dan mereka pasti merasa mereka berhasil, padahal mereka hanya mencari kaki - kaki dua, mereka tidak sadar mereka itu diperdaya mengeluarkan uang sekitar 10 juta dan mereka hanya diberikan sebuah barang yang sebenarnya nilainya itu kecil yaitu 13% dari total setoran" Ungkap AKBP M. Arsal Shban., Kapolres Lumajang. 

Akibat perbuatannya tersangka akan dijerat UU pidana tentang perdagangan dengan ancaman 10 tahun pejara dan atau denda 10 milyar rupiah

Bos PT Q-net Madiun yang Ditangkap Polisi Suka Pamer Harta Kekayaan, Terancam 10 Tahun Penjara atau Denda 10 Milyar

Powered by Blogger.
close