loading...

SUARABMI.COM - Chief Exevcutive Hong Kong, Carrie Lama akan segera mencabut secara resmi pengajuan proposal perubahan UU Ekstradisi Kriminal pada Rabu sore, 4/9/2019. Demikian salah satu sumber memberitahu SCMP.

Ini artinya, Carrie Lam akan memenuhi satu dari lima tuntutan yang diajukan para demonstran selama protes yang berlangsung hampir 3 bulan ini di Hong Kong. Sumber tersebut menyatakan bahwa pencabutan proposal perubahan UU Ekstradisi Kriminal ini akan segera dimasukkan ke jadwal LegCo.
[ads-post]
Lam sebelumnya telah menunda pencabutan UU Ekstradisi Kriminal ini dan menyatakan akan membiarkannya kadaluarsa sampai 1 Juli 2020. Namun tindakan ini tidak dapat meredakan protes massa yang tetap menuntut Lam untuk mencabutnya secara resmi.

Pengajuan perubahan UU Ekstradisi Kriminal yang akan memungkinkan para kriminal yang lari ke Hong Kong atau Taiwan dikirim ke China Daratan untuk diadili ini, telah memicu kekhawatiran masyarakat Hong Kong bahwa Pemerintah China Daratan akan menggunakannya sebagai alat untuk membungkam kebebasan berekspresi dan berpendapat di kota ini.

Alhasil gelombang protes massa mulai terjadi sejak 9 Juni 2019, hingga saat ini. Tuntutan para demonstran pun telah berkembang menjadi 5 buah yaitu pencabutan pengajuan perubahan UU Ekstradisi Kriminal, pengunduran diri Carrie Lam dari jabatannya sebagai Chief Executive, penghentian dan pemeriksaan kebrutalan polisi, pembebasan para demonstran yang ditangkap, serta pemberian hak memilih Chief Executive secara langsung. | suaraHK

Carrie Lam akan segera cabut proposal perubahan UU Ekstradisi Kriminal yang Menyebabkan Hongkong Demo Terus

Powered by Blogger.
close