loading...

SUARABMI.COM - Entah apa yang ada di dalam benak Mariyani ini. Menjadi “Nyonya Hong Kong” yang mengaku sukses secara finansial, penampilan selalu glamour, tapi lupa dengan darah dagingnya sendiri yang telah delapan tahun lamanya hidup tanpa siapa-siapa, hanya mengandalkan belas kasihan warga.

Adalah Rudi Binaryanto, remaja laki-laki penderita tuna wicara sejak bayi harus berjuang untuk mempertahankan hidup dan kehidupannya sendiri setelah Menthik, sang nenek tercinta berpulang menghadap Allah SWT saat Rudi masih duduk di bangku kelas 5 SLB.

Menurut penuturan Edi Kurniawan, salah seorang tetangga sekaligus kerabat jauh yang selama ini peduli dengan Rudi meskipun hidupnya juga serba terbatas menyatakan, Mariyani telah menghilang sejak Rudi masih berusia 8 tahun. Kini Rudi telah berusia 16 tahun.

Sebagai anak berkebutuhan khusus, Rudi menjalani pendidikan formalnya disebuah Sekolah Luar Biasa (SLB) di kawasan Sukoharjo Selatan. Saat neneknya masih hidup, seminggu sekali Rudi dijemput untuk pulang ke kampung halaman mereka di kawasan Dukuh Tileng Desa Puloharjo Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah. 
[ads-post]
Namun semenjak neneknya meninggal dunia, tinggallah Rudi sebatangkara lantaran sejak bayi sang ayah tidak jelas dimana rimbanya dan sang ibu semenjak pergi ke Hong Kong juga tidak memedulikannya lagi.

Beruntung, Rudi yang dalam kondisi tunawicara berhasil menyelesaikan pendidikannya sampai jenjang Sekolah Dasar. Setamat Sekolah Dasar, Rudi ikut seseorang kemudian tersalurkan bekerja disebuah industri pembuatan kerajinan logam di daerah Jepara Jawa Tengah.

Dalam ungkapan yang disampaikan kepada Edi dalam bahasa isyarat, Rudi sangat ingin bertemu ibunya, yang baru-baru ini dia temukan lewat sosial media namun tidak mau mengakui Rudi sebagai anaknya. Kepada Edi, Rudi mengaku tidak ingin materi pemberian ibunya Mariyani lantaran dia tidak ingin membebani ibunda.

“Welas mas, dengan bahasa isyarat, dia bilang ke saya sangat ingin bertemu ibunya, sangat ingin dipeluk ibunya, dan sangat ingin berbakti kepada ibunya. Namun dia sedih karena dia mengetahui kalau ibunya tidak mau mengakui Rudi adalah anaknya.” tutur Edi

“Yang membuat saya trenyuh banget itu, Rudi bilang ke saya, dia janji tidak akan meminta uang kepada ibunya, malah kalau ibunya mau, Rudi bersedia menanggung hidup Ibunya. Mesakne Mas.” Lanjutnya.

Edi berharap apa yang menjadi keinginan Rudi bisa tersampaikan ke hadapan Mariyani yang saat ini telah menjadi Nyonya Hong Kong.

“Mbak Mar, tolong kasihani anakmu. Jangan terlantarkan perasaannya, mumpung Allah memberi kesempatan, jangan sia-siakan Mbak” pungkas Edi. 

Delapan Tahun Anak Semata Wayang TKW Hongkong ini Hidup dari Belas Kasihan Warga Sekitar, Padahal Ibunya Jadi Nyonya di Hongkong

Powered by Blogger.
close