-----
loading...

====

Berteman

SUARABMI.COM - Tenaga kerja wanita Indonesia (TKW) bernama An An (samaran) yang diperk0sa oleh majikan tahun lalu akhirnya menang dalam gugatan terhadap penerjemah bermarga Lin yang harus membayar denda sebesar NTD 20.000.

"Denda tersebut lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan semula yaitu NTD 500.000. Dari sudut pandang hukum denda NTD 20.000 sudah termasuk mahal karena tergugat hanya melanggar satu kata saja," demikian disampaikan oleh pengacara An An, Muriel Yu (26/9/2019).

Lebih lanjut Muriel Yu mengatakan, penerjemah Lin awalnya mengaku sebagai relawan dari KDEI Taipei dan sering membantu mendampingi banyak BMI yang terkena kasus hukum sebagai penerjemah sehingga An An percaya begitu saja.
[ads-post]
Tidak disangka, saat mendampingi An An ke kantor polisi untuk melakukan rekap perkara penerjemah Lin memaksa minum minuman yang disodorkan kepada An An dengan ancaman jika tidak minum akan diperk0sa.

"Tak mau minum air yang saya kasih, maka saya perk0sa kamu (妳不喝我給妳的水,我就強姦妳, red.,)," ancam penerjemah Lin.

Mendengar hal itu, selanjutnya An An meminta pendampingan kepada Taoyuan City Employment Servive Institute Association (TCESIA) untuk menuntut penerjemah Lin atas ucapan yang dianggap sebagai ancaman.

Menurut Muriel Yu, sidang kasus ini berlangsung hampir satu tahun, terhitung sejak bulan Oktober 2018.

"Sidang yang memakan waktu terlama dan sangat menguras tenaga. Sebelumnya entah berapa banyak pekerja migran yang sudah menjadi korban penerjemah Lin," jelas Muriel Yu.

Sumber

Dilecehkan Penerjemahnya dan Diancam Akan Dianu, BMI Taiwan ini Menang Gugatan dan Penerjemah Harus Bayar NT$20.000

Diberdayakan oleh Blogger.
close