loading...

SUARABMI.COM - Pasca insiden kecelakaan kerja yang merenggut nyawa seorang pekerja migran asing di wilayah bagian barat Taiwan, memicu aksi protes keras dari asosiasi perlindungan pekerja migran asing di Taiwan.

Sebuah pabrik elektronik di Miaoli sedang diselidiki oleh pihak berwajib usai insiden tumpahan bahan kimia baru-baru ini yang mengakibatkan kematian seorang pekerja migran asal Filipina.

Hal ini diungkapkan oleh pejabat di Kementerian Tenaga Kerja (MOL) Taiwan dalam konferensi pers pada hari Selasa (03/09/2019).

Proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwenang akan memeriksa rincian kecelakaan dan masalah yang berkaitan dengan pelatihan dan sistem keselamatan yang berlaku bagi pekerja di pabrik tersebut.

Adapun korban yaitu seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Filipina bernama lengkap Deserie Castro Tagubasi (29 tahun) dilaporkan menderita luka bakar fatal pada tanggal 28 Agustus ketika ia secara tidak sengaja menjatuhkan wadah kecil asam hidrofluorik.

Larutan asam pekat itu menciprati kakinya hingga menyebabkan luka bakar yang mengakibatkan kematiannya di kemudian hari di Rumah Sakit Umum Veteran Taipei, dimana ia dipindahkan dari rumah sakit Miaoli.

Larutan asam hidrofluorik digunakan di pabrik elektronik untuk membersihkan papan sirkuit. Larutan ini bersifat sangat korosif dan dapat menyebabkan kematian jika terjadi kontak dengan kulit.

Sementara itu, hasil penyelidikan menunjukkan bahwa Tagubasi mengenakan pakaian pelindung yang tidak memadai pada saat itu.
[ads-post]
Hal ini disebabkan karena pakaian pelindung yang digunakan tidak sepenuhnya menutupi area kakinya, ungkap Yeh Pei-chieh, kepala seksi di Divisi Perencanaan dan Keselamatan Kerja (OSHA) di Kementerian Tenaga Kerja Taiwan kepada CNANews.

"Menurut peraturan yang berlaku, pakaian seluruh tubuh yang tahan air yang melindungi dari bahan-bahan berbahaya seharusnya sudah dipakai oleh pekerja saat bekerja di pabrik yang berhubungan dengan larutan asam pekat," kata Yeh.

Penyelidikan awal menemukan bahwa pakaian semacam itu tersedia tetapi tidak digunakan di pabrik elektronik, yang dioperasikan oleh pembuat LED, Tyntek Corp yang terletak di Taman Industri Jhunan, Miaoli, menurut Yeh.

Namun, pihak OSHA sedang melakukan penyelidikan yang lebih komprehensif dan akan mengeluarkan laporan ketika sudah selesai, laporan CNANews.

"Proses investigasi akan memakan waktu sekitar satu bulan dan laporan itu juga akan diserahkan ke departemen kehakiman," kata Yeh.

Seorang mantan karyawan di pabrik tersebut yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada CNANews bahwa hanya pekerja migran asing di pabrik tersebut yang ditugaskan untuk menangani pekerjaan yang berurusan dengan larutan asam fluoride pekat.

Para pekerja migran asing itu diberi gaun, celemek, tutup kepala dan kacamata opsional, kata mantan pekerja itu.

Sementara itu, operasi di pabrik itu telah ditangguhkan sebagian hingga dapat memastikan penanganan asam hidrofluorik yang aman bagi pekerja migran yang menangani pekerjaan tersebut, menurut Yeh.

Yeh mengatakan pihak pabrik harus menyerahkan laporan kepada OSHA untuk ditinjau sebelum dapat melanjutkan operasi secara normal.

Pihak OSHA saat ini juga berencana untuk memeriksa pabrik-pabrik lain yang menggunakan bahan kimia berbahaya dalam jumlah besar, untuk memeriksa apakah mereka menyediakan pelatihan keselamatan yang tepat untuk para pekerjanya, kata Yeh.

"Dalam inspeksi rutin kami terhadap pabrik, terutama pabrik optoelektronik, kami biasanya menemukan bahwa mereka semua memiliki peralatan pelindung yang diperlukan seperti baju pengaman, kacamata dan masker wajah," kata Yeh.

"Tetapi memiliki itu adalah satu hal dan menggunakannya adalah hal lain. Jadi kami bertujuan untuk memberi tahu pekerja tentang bahaya nyata dari bahan kimia yang mereka tangani."

Antara periode tahun 2016 dan 2018, sebanyak dua pekerja pabrik meninggal dan 11 pekerja lainnya cedera dalam kecelakaan yang melibatkan bahan kimia atau larutan asam di Taiwan, menurut Yeh.

TVBS NEWS, indogo, CNANews

Dugaan Minimnya Alat Pelindung Jadi Penyebab Kematian TKW Di Miaoli, MOL Taiwan Kaji Prosedur Pabrik

Powered by Blogger.
close