loading...

SUARABMI.COM - Pada tanggal 20 September 2019 Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei memulangkan 3 orang anak dari para BMI kaburan di Taiwan. Ketiga anak tersebut adalah Harsya Mahendra Harwanto, Imam Ghazali, dan Aqila Putri Ramadani.

Proses pemulangan ketiga anak tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama dikarenakan harus dikoordinasikan dengan semua pihak terkait baik di Taiwan maupun di Indonesia, mulai dari penetapan status kewarganegaraan hingga penyerahterimaannya kepada keluarga di Indonesia.

Tujuan program pemulangan anak-anak tersebut antara lain untuk melindungi hak-hak dasar mereka sebagai WNI, menjamin kesejahteraan, tempat yang layak bagi anak-anak ini untuk belajar dan bertumbuh kembang, melindungi mereka dari kemungkinan adopsi sepihak, dan yang utama mengembalikan mereka kepada keluarga sedarah mereka di Indonesia.
[ads-post]
Sebelumnya mereka terpaksa dititipkan di tempat penampungan yang kurang layak, dengan jumlah petugas yang tidak sesuai dengan jumlah anak yang dirawat, terpapar wabah penyakit dari satu anak ke anak yang lain dan minim fasilitas kesehatan.

Diperkirakan masih cukup banyak lagi anak-anak BMI kaburan yang lahir di Taiwan dan terlantar di penampungan-penampungan lainnya di Taiwan. KDEI Taipei akan terus mendiseminasikan program pemulangan anak-anak WNI terlantar ini dan mengupayakan pelindungan optimal bagi mereka.

Pemulangan ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar berkat kerja sama KDEI Taipei dengan sejumlah otoritas dan pihak terkait di Taiwan serta Kemlu, Kemsos, BNP2TKI dan Kementerian/Lembaga terkait di Indonesia. Untuk itu KDEI Taipei menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah mendukung pemulangan ini dan yang berikutnya.

News doc : Bidang Pelindungan WNI dan Pensosbud - KDEI Taipei

Ini Kata KDEI Taipei Terkait Program Memulangkan Anak BMI Kaburan di Taiwan Kepada Keluarganya dan Proses Pemulangannya

Diberdayakan oleh Blogger.
close