loading...

SUARABMI.COM - Sebuah survey yang dilakukan selama beberapa tahun belakangan mengungkap fakta mengejutkan. Sebagian besar pekerja migran yang terjebak pinjaman uang, disebabkan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup seperti fashion, aksesoris dan perhiasan, kosmetik, gadget dan lain sebagainya.

Meski demikian, ada pula mereka yang terjebak hutang benar-benar karena kebutuhan dasar seperti memenuhi biaya pengobatan keluarga di kampung halaman, biaya pendidikan anak mereka dan kebutuhan utama lainnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Liu Yanling, dari Kementrian Tenaga Kerja Singapura kepada awak media.

Dikutip dari Ziang Bao, lonjakan nilai pinjaman pekerja asing di Singapura mengalami kenaikan cukup tinggi dalam dua tahun belakangan. Pun demikian dengan jumlah PRT Asing yang melakukan peminjaman.
[ads-post]
Pada tahun 2016, tercatat ada setidaknya 1.500 PRT asing meminjam uang di lembaga pemberi pinjaman resmi. Angka ini tentu tidak termasuk mereka yang meminjam di ilegal loan.

Pada tahun 2017, jumlah tersebut naik menjadi 12.000 PRT asing meminjam uang di lembaga pemberi pinjaman. Dan sampai akhir tahun 2018, angka fantastis terlihat, saat 42.000 jumlah PRT asing menjadi peminjam.

“Memasuki tahun 2019, sampai dengan bulan Agustus saja sudah tercatat ada 39.000 PRT asing di Singapura meminjam uang.” jelas Liu.

“Diprediksi, sampai akhir tahun nanti setidaknya akan ada lebih dari 58 ribu PRT asing meminjam uang.” lanjutnya.

Kondisi demikian membuat otoritas Singapura merasa sangat prihatin, sebab bagaimanapun juga, beban hutang yang ditanggung PRT asing akan berpengaruh pada kinerja mereka di rumah tangga Singapura.

Disamping mempengaruhi kinerja, jeratan hutang tidak jarang membuat PRT asing berbuat nekat melakukan tindak kriminal seperti pencurian, penipuan, bahkan bunuh diri. | source

Kebanyakan TKW Terjebak Hutang Karena Untuk Memenuhi Gaya Hidup Hingga Meminjam Data Teman

Diberdayakan oleh Blogger.
close