loading...

SUARABMI.COM - Sungguh bejad ulah AH (48) warga Desa Sukajaya, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Betapa tidak, tak kuat menahan syahwat lantaran ditinggal istri jadi TKW di Arab Saudi dia tega menggarap anak kandungnya yang masih duduk dikelas 3 SD.

Aksi bejadnya itu terungkap setelah SN mengalami sakit dan gatal-gatal di alat kelaminnya, pertengahan Juni lalu. Dia mengadukan hal itu ke kakaknya, SS (23).

Lalu, korban berobat ke bidan kemudian dibawa ke puskesmas terdekat. Setelah itu korban dirujuk ke rumah sakit. Hasil Visum et Refertum, ada luka lama pada hymen sampai dasar jam 4 dan 7 alias (selaput daranya tidak utuh)

Setelah dibujuk keluarga, korban akhirnya mengaku bahwa dia diperk0sa ayahnya. Selama ini dia diancam agar tidak bilang ke siapapun.

Mendegar hal itu, kakaknya lalu melaporkannya ke Polres Sukabumi Kota. Polisi bergerak dan menciduk tersangka di rumahnya.
[ads-post]
Kasi Pidum Kejari Kabupaten Sukabumi Yeriza Adhytia melalui Jaksa Penuntut Umum, Rasyid Kurniawan menjelaskan, kasus penc*bulan ini sudah memasuki tahap dua, yakni pelimpahan tersangka dan barang bukti dari kepolisian ke kejaksaan.

Dari pengakuan tersangka yang berprofesi sebagai petani sayuran ini, sambung Rasyid, aksi asusilanya itu dilakukan sebanyak tiga kali dalam rentang waktu bulan April 2019. Saat itu, kondisi rumah dalam keadaan sepi.

Kemudian, tersangka memanggil korban dan membawanya ke kamar dan memaksa membuka celana serta bajunya. Mulanya, alat kelamin korban dimainkan pakai tangannya lalu diset*buhinya.

Diketahui, istri AH selama 1, 5 tahun bekerja sebagai TKW di Arab Saudi. “Korbannya itu anak ketiga dari empat bersaudara. Sesuai aturan, kami akan melakukan penahanan dan secepatnya melimpahkan ke pengadilan,” ungkap Rasyid di ruang kerjanya, Kamis (5/9/2019).

Akibat perbuatannya, AH dijerat Pasal 81 ayat 3 atau Pasal 82 UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan PP RI Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU RI Nomor 23 tahub 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukumannya minimal 5 tahun maksimal 15 tahun. Nah, dalam kasus ini ditambah 1/3 ancaman hukumannya karena dilakukan oleh orangtuanya,” tukasnya.

Sedang Berlangsung, Ribuan Orang Berkumpul di Tamar Garden

Powered by Blogger.
close