loading...

SUARABMI.COM - Banyak pekerja migran Indonesia (PMI) baik di Hong Kong, Taiwan, maupun Singapura yang harus berurusan dengan hukum negara setempat karena memiliki pekerjaan sampingan berjualan, dimana pekerjaan tersebut dianggap melanggar visa yang dimiliki yang bersangkutan.

Perwakilan Indonesia di berbagai negara penempatan, termasuk salah satunya KJRI di Hong Kong seringkali mengingatkan para PMI agar mematuhi peraturan yang berlaku seiring dengan maraknya PMI tertangkap aparat karena kedapatan berjualan.

Namun, Arumi Bachsin istri dari Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak justru mendorong para TKI untuk aktif berjualan dan bisnis disela sela pekerjaan mereka.
[ads-post]
Arumi bercerita ketika melakukan kunjungannya ke Hongkong, ia menuturkan bahwa mayoritas TKI maupun TKW di Hongkong tidak hanya kerja menjadi asisten rumah tangga atau fokus pada 1 pekerjaan saja, melainkan mereka bekerja sampingan yakni dengan berjualan.

“Menurut saya itu merupakan marketing yang cukup besar untuk dalam rangka promosi produk-produk Indonesia di luar negeri,” ujarnya.

Sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Arumi menyampaikan beberapa hal terkait dengan ekonomi kreatif di Jawa Timur khususnya di Sampang yang mana dengan banyaknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang berada di luar negeri dapat dimanfaatkan sebagai agen pemasaran produk-produk dari Sampang.

Lah, nanti kalau ketangkap bagaimana bu?

Meski di Hong Kong Melanggar Undang-Undang, Istri Wakil Bupati Jatim Berharap Sambil Bekerja di Majikan, TKI Sambil Berjualan

Diberdayakan oleh Blogger.
close