loading...

SUARABMI.COM - Sebanyak 2100 orang pekerja di perusahaan elektronik CPT (Chunghwa Pictures Tubes, Ltd) di Taoyuan harus menerima surat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari perusahaan.

Dari jumlah tersebut sebanyak 200 orang adalah pekerja migran, mereka menerima pemberitahuan PHK tiga hari yang lalu.

Sebagaimana dilansir United Daily News, (31/8/2019), menurut informasi yang tersebar, perusahaan elektronik dikabarkan mengalami masalah dalam keuangan.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan maka pihak perusahaan mengadakan PHK besar-besaran secara mendadak.
[ads-post]
Seperti dikatakan salah satu pekerja lokal yang tiba-tiba menerima pemberitahuan PHK, ia langsung mengemasi barang yang ada di mess.

Sementara itu, diantara mereka ada pekerja migran Indonesia yang tidak disebutkan namanya mengatakan, bahwa ia belum genap bekerja setahun sudah di PHK.

TKI tersebut khawatir apakah masih bisa mencari majikan baru? Dan jika ia harus pulang ke Indonesia, keluarganya pasti akan susah.

Sementara itu, depnaker Taiwan hingga Jumat (30/8/2019) kemarin belum menerima pemberitahuan atau laporan dari pihak perusahaan.

LBMI

Sebanyak 200 Pekerja Migran di CPT Taiwan di Pecat Termasuk Para TKI, Padahal Ada yang Baru 1 Tahun Bekerja

Powered by Blogger.
close