SUARABMI.COM - Pabrik pembuat panel datar yang bermasalah secara finansial, Chunghwa Picture Tubes Ltd. hanya mampu membayar sebesar 40 persen gaji di bulan Agustus untuk pekerja migrannya karena kekurangan dana, kata perwakilan perusahaan itu dalam pengumuman yang diposting di Bursa Efek Taiwan, pada hari Kamis (12/09/2019).

Sedangkan untuk karyawan Taiwan, perusahaan itu mengatakan membayar sekitar 55 persen dari gaji di bulan Agustus untuk mereka yang berpenghasilan kurang dari NT$ 50.000 sebulan.

Sementara perusahaan hanya mampu membayar sebesar 15 persen untuk pekerja Taiwan yang gajinya berjumlah antara NT$ 50.000 hingga NT$ 70.000 sebulan.

Pihak perusahaan yang bangkrut dan masih terlilit utang karena belum mampu melunasi tagihan listrik di lokasi pabriknya mengatakan bahwa mereka hanya mampu membayar 10 persen untuk pekerja Taiwan yang gaji perbulannya lebih banyak dari NT$ 70.000.

Namun, kepala seksi dan pejabat tinggi di perusahaan tersebut kabarnya tidak menerima bayaran untuk upah kerja di bulan Agustus, laporan CNANews.

Perusahaan Chunghwa Picture Tubes, anak perusahaan konglomerat Tatung Co., mengumumkan pada akhir Agustus bahwa mereka akan memberhentikan semua karyawan yang bekerja pada jalur produksi layar generasi keenamnya yang berjumlah 2.100 pekerja.
[ads-post]
Keputusan PHK besar-besaran ini akan mulai berlaku dalam 60 hari mendatang karena kesulitan keuangan yang dialami pihak pabrik selama bertahun-tahun.

Sebelum pengumuman PHK terbaru, pabrik pembuat panel datar ini dilaporkan memiliki sekitar 200 pekerja migran asing yang bekerja di pabriknya.

Namun pada tanggal 31 Agustus lalu, para pekerja migran itu terpaksa mengosongkan asrama mereka dan mencari tempat lain untuk tinggal setelah majikan mereka tidak mampu membayar tagihan listrik akibat bangkrut.

Hal ini merupakan pelanggaran terhadap tanggung jawab hukum perusahaan untuk merawat para pekerja migrannya, hingga pihak pabrik yang bermarkas di Taoyuan, wilayah bagian utara Taiwan tersebut menghadapi denda hingga NT$ 300.000.

Dalam pengumuman itu, pihak Chunghwa Picture Tubes mengatakan akan terus membuang asetnya untuk membayar hak yang belum dibayarkan kepada karyawan, termasuk gaji, uang pesangon dan uang pensiun.

Pihak perusahaan mengatakan telah menyewa penasihat keuangan untuk melakukan pelepasan aset dan mengamankan dana yang dibutuhkan untuk pembayaran utang.

Situs web TWSE menunjukkan bahwa pihak Chunghwa Picture Tubes memiliki utang sebesar NT$ 39,31 miliar dan memiliki aset senilai NT$ 23,54 miliar dengan nilai buku per saham di angka minus NT$ 2,44 pada kuartal kedua tahun 2019.

Karena beban keuangan yang cukup pelik menjeratnya, Chunghwa Picture Tubes dikeluarkan dari TWSE pada bulan Mei silam.

Menurut media lokal Taiwan, pada awal September, sekitar 65 persen para pekerja migran yang di PHK oleh Chunghwa Picture Tubes telah menemukan pekerjaan baru di Taiwan. Majikan baru mereka termasuk Innolux Corp, pembuat panel datar lokal skala besar yang hingga saat ini masih berdiri kokoh dan mampu mengakomodir seluruh kebutuhan para pekerjanya.

Masalah keuangan yang dialami Chunghwa Picture Tubes bukan satu-satunya berita buruk bagi Tatung. Green Energy Technology Inc., anak perusahaan wafer solar multicrystalline yang dililit utang, perusahaan energi surya yang merugi besar-besaran itu kabarnya juga telah dikeluarkan dari pasar saham lokal pada bulan Mei karena beban keuangan yang berat.

Penerjemah: Indogo

Taiwan Tak Lagi Menjanjikan, Bangkrut Dan Terlilit Utang, Pabrik Ini Tak Mampu Bayar Pesangon Pekerja Migran Yang Dipecat

Diberdayakan oleh Blogger.
close