loading...

SUARABMI.COM - Salah satu topan paling kuat yang pernah melanda Korea Selatan menyapu sepanjang pantai Korea pada hari Sabtu kemarin, menumbangkan pohon, menerbangkan pesawat dan menyebabkan setidaknya tiga kematian sebelum akhirnya kabur ke Korea Utara.

Topan Lingling membuat listrik padam lebih dari 161.000 rumah di seluruh Korea Selatan, termasuk di pulau selatan Jeju, yang dihantam badai semalam, kata Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan.

Setelah menghantam Jeju, badai tetap lepas pantai saat bergerak naik ke pantai barat Korea Selatan pada Sabtu pagi sebelum mendarat di Korea Utara pada sore hari.
[ads-post]
Seorang wanita berusia 75 tahun di pusat kota Boryeong, Korea Selatan, terbunuh setelah angin kencang menghempaskan kakinya dan melemparnya sejauh 30 meter, kata kementerian. Seorang lelaki berusia 39 tahun tewas di kota Incheon barat setelah tertimpa oleh tembok yang runtuh di tempat parkir rumah sakit, sementara seorang warga negara Cina berusia 61 tahun meninggal di kota perbatasan Paju setelah dihantam oleh runtuhan ubin atap.

Pemerintah Korea Selatan mengatakan setidaknya 15 orang dirawat karena cedera, termasuk pasangan lansia dari Boryeong yang terluka setelah perancah baja runtuh di rumah mereka.

Kementerian keselamatan mengatakan, badai itu bergerak ke utara dengan kecepatan 60 kilometer per jam pada pukul 10 malam Sabtu ketika melewati Korea Utara. Itu menyusut ke topan kekuatan menengah dengan angin hingga 29 meter (32 yard) per detik, kata kementerian itu.

Lingling mengepakkan angin 196 kilometer (122 mil) per jam sekitar pukul 6:30 pagi di pantai selatan Korea Selatan, menjadikan topan itu yang terkuat kelima untuk melanda negara itu sejak 1959, menurut badan cuaca Korea Selatan.

Tak Jadi Sambangi Taiwan, Topan Lingling Membunuh 3 di Korea Selatan sebelum pindah ke Korea Utara

Powered by Blogger.
close