loading...

SUARABMI.COM - Winanto, seorang nelayan Indonesia yang mengalami koma sejak perahu nelayannya hancur karena tertimpa jembatan yang runtuh di Kabupaten Yilan minggu lalu secara ajaib terbangun pada Senin malam kemarin dan saat mendengar suara ibunya melalui video call.

Jembatan di atas pintu masuk ke pelabuhan Nanfang'ao runtuh pada 1 Oktober sekitar jam 9:30 pagi dan menghancurkan tiga perahu nelayan, menyebabkan enam pekerja migran tewas dimana 3 dari Indonesia dan 3 Filipina dan melukai setidaknya 10 orang, termasuk dua orang dengan serius.

Salah satu yang terluka parah adalah pengemudi sebuah truk tangki minyak yang jatuh dari jembatan dan terbakar. Dia pulih dengan baik di Rumah Sakit Saint Mary di Luodong, Yilan.

Orang lain yang terluka parah adalah nelayan Indonesia berusia 29 tahun, Winanto, yang tenggelam dalam kondisi pingsan karena pembengkakan otak, patah tulang wajah dan memar paru-paru dan telah dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU) rumah sakit.
[ads-post]
Winanto bangun setelah enam hari dalam keadaan koma, seorang wakil dari Rumah Sakit Saint Mary mengatakan, menambahkan bahwa ia akan menerima pemindaian tomografi komputer (CT) untuk mendapatkan bacaan lebih lanjut tentang kondisinya.

Setelah Winanto bangun, ia dikunjungi oleh kerabatnya dari Tainan, dan Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) juga pergi menemuinya dan berharap pemulihannya cepat.

Winanto juga bergabung dengan video call dengan ibunya di Indonesia, di mana ibunya menyemangatinya untuk segera sembuh.

Meskipun pekerja perahu nelayan belum bisa berbicara, dia menganggukkan kepala dan membuat gerakan tangan mengisyaratkan "OK," berjanji untuk segera sembuh, menurut perwakilan rumah sakit.

6 Hari Koma, Winanto, TKI Korban Jembatan Runtuh Taiwan Akhirnya Tersadar Secara Ajaib, Perdana Menteri Taiwanpun Langsung Menjenguknya

Diberdayakan oleh Blogger.
close