loading...

SUARABMI.COM - Sebanyak 9 PMI Kaburan Terciduk di Chiayi, Salah satu nya Memiliki Bayi Yang Sempat Kesulitan Dalam Proses Pemulangannya.

NIA bagian Tainan beberapa pekan yang lalu menerima laporan dari warga bahwa ada segerombolan TKA bekerja secara ilegal di salah satu perkebunan daerah Chiayi.

Setelah di buntuti beberapa minggu akhirnya dilakukan pengrebekan saat sweeping bulan 6 kemarin dan berhasil menciduk 9 PMI kaburan di mes mereka, Chiayi. Ketika pengrebekan, didapatin ada seorang bayi laki-laki dari salah satu diantara 9 PMi kaburan tersebut (sebut saja "Aken", red).

Aken saat diinterogasi oleh petugas NIA berterus terang tentang kehidupannya yang cukup rumit. Aken mengakui Bayi yang dilahirkan ini, merupakan buah perzinahan antara dirinya dengan salah satu PMI kaburan lain sebelumnya. Ibu kandung dari anak ini (sebut saja Mawar), telah meninggalkan Aken dan Bayi mereka ini setelah melahirkan. Setelah ditinggalkan Mawar, Aken berjodoh dengan seorang PMI lain yang kini menjadi pacar sekaligus ibu asuh dari bayi usia 13 bulan tersebut (sebut saja Melati).

Sejak ditinggalkan Mawar, Melati dan Aken bersusah payah mengasuh bayi ini, Pekerjaan yang berat dan gaji yang sangat minim mengeluti kehidupan mereka. Bertahan selama 13 bulan, Mereka akhirnya terciduk dalam aksi sweeping kemarin.
[ads-post]
Aken terlihat sempat mengemis meminta pertolongan kepada pihak Imigrasi untuk membantu proses pemulangan dari anak kandung nya tersebut. Aken juga mengutarakan bahwasan dirinya sangat berharap bisa membawa pulang anak tersebut, Namun dia tidak memiliki dana. Setelah di pertimbangkan, NIA pun mengabulkan permohonan Aken tersebut.

NIA sempat kesulitan dalam pemoresan kepulangan bayi Aken, karena sang bayi tidak memiliki surat Akta kelahiran dan sang ibu kandung juga tidak ditemukan keberadaannya.
Perjalanan cukup panjang dilakukan oleh NIA cabang selatan ini,menurut informasi memakan waktu hampir 3 bulan. Akhirnya sang anak dapat dipulangkan bersama dengan Aken dengan mengunakan surat test DNA yang dapat membuktikan hubungan darah Ayah dan anak. Segala proses dan pembiayaan ditanggung oleh pihak NIA berkerjasama dengan beberapa assosiasi peduli BMI dan Assosiasi peduli anak.

Aken, Melati dan anaknya dipulangkan ke Indonesia beberapa hari yang yang lalu. Moment yang sangat mengharukan, terlihat saat Aken berulang kali mengucapkan terima kasih kepada pihak NIA, saat dibandara. Terlihat mata Aken berkaca-kaca, saat itu.

Traslator: Faisal Soh/ YurongTW

9 TKI Kaburan Tercyduk di Tainan, Salah Satunya Membawa Bayi 13 Bulan (Ayah Bayi) yang Ditinggal Ibunya (Pacar Si Ayah)

Diberdayakan oleh Blogger.
close