-----
loading...

====

Berteman

Pada tanggal 1 Oktober 2019 lalu, terjadi peristiwa jembatan roboh yang memakan banyak korban, diantaranya ada ABK yang berasal dari Filipina dan Indonesia. 

Seorang ABK asal Indonesia bernama Winanto mengalami luka parah, kehilangan kesadarannya selama kurang lebih 6 hari dan ditempatkan di ruang ICU.

Winanto mendapat benturan keras yang menyebabkan luka serius pada bagian kepala dan paru-parunya, dan juga beberapa bagian badannya mengalami patah tulang. 

Pada hari Senin pagi lalu, sebuah keajaiban terjadi, Winanto tersadar dari komanya. Sang adik yang bekerja di Tainan, yang berjaga di samping kasurnya terkaget-kaget tak percaya.
[ads-post]
Dia Masih Bisa Kenal Saya!, kata Adik Winanto yang bahagia mendapati kakaknya masih mempunyai ingatan yang normal.

Pihak RS menyatakan bahwa akan melakukan perawatan intensif terhadap Winanto dengan penuh harapan agar Winanto bisa pulih secepatnya.

Kepala Sekretaris Perkumpulan Nelayan, Li Lihua menerangkan kepada wartawan, beliau mendapat telepon dari adik Winanto yang mengabarkan bahwa Winanto telah sadar dan kondisinya cukup baik. 

Li Lihua yang mendengar kabar baik itu merasa sangat senang. Apa yang dirindukan Winanto kini adalah abang dan ibunda yang masih di Indonesia. 

Kedua sanak saudaranya itu sangat ingin datang ke Taiwan menjenguk Winanto, namun karena usia sang ibunda sudah cukup tua, hanya sang abang yang akan datang mewakili. Perkumpulan nelayan sedang membantu proses kedatangan abang Winanto tersebut.

Alami Luka Kepala, Paru dan patah Tulang, Adik Korban TKI Jembatan Runtuh yang Sadar Dari Koma, Alhamdulillah Dia Masih Bisa Kenal Saya

Diberdayakan oleh Blogger.
close