-----
loading...

====

Berteman

SUARABMI.COM - Masih ingat kasus Dede Rinawati yang tak bisa jalan, Tulang Punggung Bengkok Hingga Tak Bisa Jalan, TKW asal Subang kelahiran 1987 ini melakukan perobatan sendiri tanpa didampingi pihak agensi ataupun majikan.

Kemarin (21/10) pemeriksaan dirumah sakit, Dede Rinawati sempat diduga mengidap penyakit saraf kejepit dan usus buntu, Namun setelah di periksa berkali kali, Hasil rontgen tidak menemukan ada nya hal tersebut.
Pemeriksaan lanjut dilakukan cukup lama hampir memakan waktu 12 jam.
Alhasil ternyata Dede mengalami tumor pada tulang punggung nya yang juga menjadi penyebab ia tidak dapat berjalan.

Seperti diketahui, penyakit seperti ini memang bukan menjadi sepenuhnya tanggungan dari agensi dan majikan karena merupakan penyakit yang timbul dari dalam dirinya sendiri dan bukan karena kerja.

Namun Dede sangat menyayangkan sikap dari agensi lokal nya yang tidak pernah membawanya berobat ataupun menjenguk sejak pertama kali dia sakit sampai detik detik terakhir menghadapi proses operasi dan pembiayaan semua di tanggung askes dan selebihnya dia sendiri.

Awalnya Dede merasa sakit dibagian leher, dan kaki mulai sering keram. Dia telpon agensi,Namun tak pernah diangkat, lama kelamaan Dede mulai parah sampai tidak memiliiki tenaga untuk berjalan dan majikan juga merasa risih.
[ads-post]
Majikan menyuruh Dede menghubungi suaminya untuk membawanya berobat. Dengan alibi berpura-pura baik hati, tidak disangka ternyata Dede dibuang begitu saja. Dede mulai curiga dia di lontarkan ketika saat kembali berobat bersama suami nya kala itu.

Sang agensi menelpon Dede marah-marah dan menuduh Dede keluar dari rumah majikan tanpa izin, Ia dicurigai kabur. Dede sempat mencoba menjelaskan, namun agensi tidak mempercayainya.

Saat kepulangan dari rumah sakit, Dede juga sempat telpon ke majikan dan meminta kembali ke rumah majikan, namun tidak diberi izin. Dede disuruh pergi lagi sampai ia sembuh baru kembali.

Binggung tidak ada tempat tinggal, Dede kembali menghubungi Agensi, Namun agensi juga menolak menanmpungnya dengan alasan rumah kontrakan untuk TKA nya penuh (Pesan percakapan antara Dede dan pihak penerjemah agensi sempat terhapus, Admin masih mencoba mengajukan banding ke pihak koperasi Line terkait history percakapan mereka)

Dikarenakan tidak ada tempat tinggal, Dede pun menghubungi 1955, sementara menunggu tindak lanjut dari 1955 Dede pun menginap di mes temannya.

Hariha pertemuan perundingan Dede dengan sang majikan dan Penerjemah, Hasil yang di dapat Dede bukannya mendapat bantuan perawatan medis, Hasil perundingan Dede malah mendapat pemutusan kontrak. Dengan pemutusan kontrak kerja ini, tentu saja Agensi dan majikan bisa langsung lepas tangan atas segala sesuatu yang menimpannya.DIsamping itu, Dede di beri waktu 2 bulan untuk pergi berobat sendiri.

Dikarenakan keterbatasan bahasa, Dede yang bolak balik berganti rumah sakit pun tidak mengetahui persis penyakit apa yang dideritanya.
Akhirnya kemarin (18/10) Dede meminta bantuan kepada admin mbok cikrak official untuk menemaninya berobat.

Kini Dede tengah menjalani operasi dan jangka waktu penyembuhan cukup lama, bisa memakan waktu hampir 1 bulan.

Pihak PJTKI yang mendatangkan Dede sempat menghubungi Dede memprihatikan keadaannya. Dede juga terlihat bahagia sekali dengan ada nya telpon dari pihak mereka.

Penulis : Faisal soh - Yurong.tw

Dede Rinawati Mengidap Tumor pada Tulang Punggung, Perobatan Dilakukan Sendiri, Agensi dan Majikan Lepas Tanga

Diberdayakan oleh Blogger.