-----
loading...

====

Berteman

SUARABMI.COM - Tergiur iming-iming untuk bekerja di luar negeri, AS, warga Kelurahan Sidanegara Kecamatan Cilacap tertipu oleh ZS seorang sponsor tenaga kerja Indonesia (TKI). Akibatnya AS mengalami kerugian mencapai Rp 150 juta dan tidak bekerja di luar negeri.

Kejadian ini berawal pada September 2018, ketika AS yang saat ini menjadi driver ojek online yang mendapat orderan penumpang ZS. Pada saat di dalam mobil, keduanya berbincang, dan ZS mengaku sebagai sponsor yang bisa memberangkatkan TKI ke luar negeri dengan gaji sekitar Rp 60 juta per bulan di Australia.

AS pun tertarik dengan hal tersebut dan beberapa hari kemudian mendatangi rumah ZS di Wangon. Ia berharap dapat dibantu untuk berangkat ke Australia dan bekerja di perkebunan buah dengan gaji Rp 60 juta tanpa dipotong. Dia pun menyetorkan uang Rp 150 juta kepada agency yang sudah bekerjasama dengan ZS.

Uang tersebut dilunasi pada Bulan November, dan disepakati akan diberangkatkan ke Australia pada 15 Mei 2019. Akan tetapi sampai satu tahun tidak kunjung diberangkatkan, sehingga AS pun melaporkan kepada Polres Cilacap.
[ads-post]
Tersangka ZS mengaku dia juga menunggu kepastian dari agency yang sudah bekerjasama dengannya yang berlokasi di Jakarta Pusat. Meskipun uang dari AS sudah digunakan olehnya. “Uangnya saya buat beli emas, nanti kalau mau setor ke sana (java gency) akan saya jual, dan buat operasional juga,” katanya, Jumat (11/10) kemarin.

Setiap ada calon TKI yang berangkat, dia akan mendapatkan fee sebesar Rp 10 juta. Bukan hanya AS yang sudah dikelabuinya, tetapi ada korban lainnya, satu orang yang dijanjikan ke Jepang dan sudah membayarkan Rp 40 juta.

Wanita ini mengaku sudah 32 tahu berkecimpun dalam dunia sponsor. Biasanya hanya mencari tenaga kerja wanita yang akan bekerjaa di Singapura, Hongkong, Malaysia, dan Arab. Sedangkan untuk ke Jepang, Australia dan Taiwan baru kali ini dilakukan. Sebagai sponsor, dia mengurus keperluan administrasi calon TKW TKI seperti paspor dan medical check up.

Kepala Kepolisian Resor Cilacap, AKBP Djoko Julianto melalui Kasat Reskrim, AKP Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan, diduga masih banyak korban lain yang tertipu oleh aksi tersangka. Saat ini pihaknya masih terus melakukan penyidikan dan pengembangan.

“Saat ini korban baru satu, dari penyelidikan dimungkinkan masih ada lima korban lagi, tetapi masih kita dalami,” katanya, kemarin.

Kasatreskrim juga menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati mencari sponsor atau PJTKI, ketika ingin berangkat ke luar negeri untuk bekerja. Harus memilih PJTKI yang kredibel dan terdaftar di dinas terkait.

Untuk mempertaangungjawabkan perbuatannya tersangka diancam hukuman diatas 5 tahun penjara, karena disangkakan pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan. 

Diiming-imingi Kerjaan di Luar Negeri Dengan Gaji 60 Juta Sebulan Oleh Wanita ini, Warga Cilacap Ini Malah Tertipu 150 Juta

Diberdayakan oleh Blogger.
close