loading...

SUARABMI.COM - Masih ingat kasus Dede Rinawati asal Subang yang tak bisa jalan, majikan tak mau dan agensi tak mau bertanggung jawab padanya kemarin? Baca: Tulang Punggung Bengkok Hingga Tak Bisa Jalan, TKW asal Subang Diusir Majikannya dan Agensi Tak Mau Tanggung Jawab.

Kemarin pemeriksaan dirumah sakit sebagaimana dikabarkan oleh Faisal Soh, yang sempat menolongnya menemukan hasil.

"Nah si Dede kemarin dikira sarafnya kejepit, ternyata setelah kemarin coba di rongten ternyata hasilnya nihil, kedua ia diprediksi usus buntu, ternyata setelah dicek juga tidak. Hari ini dari pagi sampek sore saya barusan keluar, ternyata dia divonis tumor tulang belakang" Ujar Faisal Soh kemarin sebagaimana dilansir redaksi suarabmi.

Ia mengatakan agensi harusnya peduli dengan para TKW seperti ini, membantunya saat sakit seperti ini dann bukan membiarkannya.

"Tapi kalau lu manusia, kalau lu itu masih punya pri kemanusiaan, bantulah dia" Katanya berharap ada bantuan buat Dede karena kasihan dengan nasib Dede.

Faisal sempat merasa meradang dengan majikan dan agensi karena menuduh Dede kabur, bukannya mengantarkannya kerumah sakit. "bukannya kerumah sakit, malah elo orang ngatain dia kabur" ujarnya
[ads-post]
Awalnya kisah Dede ini adalah merasa sakit, dia telpon agensi tak pernah diangkat namun lama kelamaan si Dede malah nggak bisa jalan dan majikan merasa risih.

Lantas majikan menyuruh Dede menelpon suaminya agar datang dan membawanya kerumah sakit, karena kendala bahasa akhirnya keduanya tak tahu apa penyakitnya dan kembali ke rumah majikannya.

Namun majikan menolaknya dan bilang, "ngapain lo balik, lo kalau mau balik mesti sembuh dulu", lalu dia minta tinggal di agensi ditolak dengan alasan sudah penuh.

Akhirnya dia menginap di hotel dengan kondisi susah berjalan dan ia mencoba datang ke majikannya lagi namun terjadi cekcok besar hingga Dede telpon ke 1955 dan dia putus kontrak. Disayangkan belum dapat bantuan sudah putus kontrak, kini sudah tak bisa menuntut lebih lagi dari majikan dan agensinya.

"Tumor ini bisa diangkat dan tidak ganas, semoga cepat sembuh dan pulang ke Indonesia. Dia hanya punay waktu sampai tanggal 4 bulan depan, padahal ia butuh waktu perawatan 1 sampai 2 bulan" Kata Faisol.

Kini ia berusaha membantu Dede hingga ia sembuh dan kembali ke Indonesia dan mencoba menyelesaikan masalahnya dengan agensi dan PJTKI nya.

Dikira Saraf Kejepit Sampai Tak Bisa Jalan, BMI Taiwan ini Ternyata Mengidap Tumor Tulang Punggung

Diberdayakan oleh Blogger.
close