-----
loading...

====

Berteman

SUARABMI.COM - Skema penempatan di mana pengusaha menanggung sebagian besar biaya mempekerjakan pekerja Indonesia diajukan ke perusahaan lokal oleh Kantor Ekonomi dan Perdagangan Indonesia (KDEI) pada hari Senin kemarin (8/10) dimana hal ini dinilai saling menguntungkan bagi pengusaha dan pekerja.

Tatang Budie Utama Razak, kepala Dewan Nasional Indonesia untuk Penempatan dan Perlindungan Buruh Migran Indonesia (BNP2TKI), memperkenalkan skema perekrutan langsung di sebuah forum yang diadakan di KDEI.

Menganggap program ini sebagai alternatif bagi pabrikan Taiwan, Tatang mengatakan program tersebut merupakan "terobosan revolusioner" karena menawarkan kepada majikan tentang keuntungannya dan juga melindungi pekerja migran dari eksploitasi oleh sponsor atau agensi.

Di bawah skema tersebut, yang saat ini hanya tersedia untuk pabrik, perusahaan Taiwan memikul biaya tiket pesawat, biaya aplikasi visa, biaya pemeriksaan medis dan asuransi, kira-kira totalnya hanya sekitar NT $ 11.000 (US $ 353), kata Tatang.

Selain itu, pekerja Indonesia dapat bernegosiasi dengan majikan potensial mereka mengenai biaya aplikasi paspor, pelatihan dasar dan transportasi lokal.

Proses ini memungkinkan orang Indonesia untuk bekerja di Taiwan tanpa menghabiskan banyak uang dan berhutang, kata Tatang.

Dia menyesalkan bahwa banyak pekerja Indonesia di Taiwan hanya dapat mengantongi NT $ 5.000 sebulan dari gaji mereka karena mereka harus membayar biaya penempatan hingga ratusan ribu dolar Taiwan dan biaya bulanan lainnya kepada para agensi.
[ads-post]
Untuk pengusaha Taiwan, katanya, skema ini menjamin proses penempatan yang cepat dengan rata-rata satu setengah bulan sampai dua bulan, dan diharapkan dapat mengurangi jumlah pekerja yang melarikan diri secara ilegal dari majikan mereka.

Tatang berpendapat bahwa pekerja biasanya melarikan diri karena hutang besar yang mereka hadapi dari biaya penempatan atau untuk menghindari membayar biaya rehiring kepada agensi ketika kontrak kerja mereka berakhir.

Gaji di Taiwan relatif rendah, berkisar antara NT $ 17.000 dan NT $ 23.100, dan pekerja Indonesia mungkin memilih untuk pindah ke negara lain jika biaya penempatan tidak dapat dikurangi, katanya.

Skema perekrutan langsung tanpa biaya dimulai oleh Kementerian Tenaga Kerja Indonesia dan Kementerian Tenaga Kerja (MOL) Taiwan pada bulan Januari dan telah dijalankan berdasarkan uji coba sejak Juli.

Di bawah skema tersebut, pengusaha mengajukan permintaan untuk pekerja migran di Pusat Layanan Perekrutan Langsung (DHSC) di bawah MOL.

MOL kemudian mengeluarkan izin perekrutan bersama dengan kantor perwakilan Indonesia di Taipei, yang menyampaikan informasi tersebut kepada pihak berwenang Indonesia yang pada gilirannya mencari pelamar yang sesuai pada database mereka.

Hingga saat ini, hanya ada 11 pekerja Indonesia yang dipekerjakan di bawah skema tersebut, oleh Shinkong Textile Co. di Taiwan.

Seorang pemain industri mengatakan kepada CNA bahwa pengusaha masih memiliki keberatan tentang skema tersebut karena masalah manajemen pasca-sewa seperti pemrosesan dan biaya pemeriksaan medis tahunan dan perpanjangan dokumen dan penanganan penyelesaian sengketa.

Namun, pengusaha Taiwan masih dapat mempekerjakan pekerja Indonesia melalui dua metode lain yang ada, yaitu melalui agen penempatan dan skema perpanjangan kontrak, kata para pejabat dari kedua belah pihak selama forum.

Berdasarkan data MOL, ada 270.890 pekerja Indonesia di Taiwan pada April, di mana 62.501 dari mereka dipekerjakan di sektor manufaktur.

Indonesia Merayu Pabrik - Pabrik Taiwan untuk Melakukan Perekrutan Langsung TKI Tanpa Agensi dan PJTKI/ Sponsor, Solusi Terbaik Murah Biaya dan Proses Tak Sampai 2 Bulan Terbang

Diberdayakan oleh Blogger.