-----
loading...

====

Berteman

SUARABMI.COM - Jenazah kelima dari korban yang meninggal setelah terperangkap di bawah jembatan yang runtuh di Kabupaten Yilan pada hari Selasa kemarin telah ditemukan oleh TIM penyelamat, kini tinggal satu pekerja nelayan masih hilang, yaitu dari Filipina.

Brigade Kabupaten Yilan dari Badan Imigrasi Nasional mengidentifikasi mayat itu, yang ditemukan pada pukul 14:27 siang ini, sebagai jenazah warga negara Indonesia (Pemalang)  berusia 28 tahun, Mohamad Domiri.

Domiri adalah satu dari enam pekerja migran - tiga Indonesia dan tiga Filipina - yang dipekerjakan oleh kapal-kapal nelayan Taiwan yang terperangkap ketika jembatan pintu masuk ke pelabuhan Nanfang'ao tiba-tiba patah dan ambruk pada Selasa pagi, menghancurkan tiga perahu nelayan.
[ads-post]
Menurut Pusat Darurat Kabupaten Yilan, dua jenazah ditemukan di perairan dekat lokasi jatuhnya sekitar pukul 11 ​​malam Selasa (Wartono dan TKA Filiphina), sementara jenazah lain ditemukan di dekatnya sekitar pukul 1 Rabu pagi (Ersona TKI).

Para korban yang diidentifikasi adalah Wartono Cirebon berusia 29 tahun, Andree Abregana Serencio, Filipina, 43 tahun, dan Ersona Indramayu berusia 32 tahun.

Jenazah keempat yang telah terperangkap ditemukan pada pukul 8:40 pagi dan diidentifikasi sebagai  George Jagmis Impang, 47 tahun warga Filipina

Pencarian terus dilakukan untuk pekerja yang hilang terakhir, yang diyakini orang Filipina bernama Romulo Escalicas, menurut pusat darurat.

Sedangkan dalam kapal bernomor 366 ada 4 TKI yang menjadi korban luka -luka yaitu Winanto (Batang Kritis) mengalami cidera kepala, Supandi (Indramayu), Miswan (Kendal) keduanya luka ringan. Sedangkan yang berada di kapal kecil yaitu Danang (Cirebon) yang mengalami patah tangan.

Jenazah Muhammad Domiri, Korban Meninggal ke-5 Insiden Jembatan Runtuh Taiwan Ditemukan TIM SAR Siang Menjelang Sore ini

Diberdayakan oleh Blogger.
close