-----
loading...

====

Berteman

SUARABMI.COM - Kementerian Tenaga Kerja Taiwan mengklarifikasi adanya rumor di media sosial tentang pelegalan biaya job untuk proses perpanjangan kontrak atau pergantian majikan yang dibantu oleh agen.

Sebagaimana diberitakan media Liberty Times Net pada Kamis, 17 Oktober 2019, Kementerian Tenaga Kerja telah mengklarifikasi konten yang beredar di medsos.

Tiga tahun lalu Legislatif Yuan mengesahkan revisi undang-undang penghapusan pekerja migran setelah tiga tahun bekerja harus pulang satu hari ke negara asal. 

Akan tetapi, dalam beberapa tahun terakhir, telah berulang kali ditemukan bahwa para agen telah meminta biaya kepada pekerja migran.

Mereka yang ingin kembali ke majikan maupun pindah majikan dimintai biaya dengan kisaran antara NTD 20.000 hingga NTD 90.000 atau layak disebut sebagai biaya agen atau pembelian job.
[ads-post]
Kementerian Tenaga Kerja baru-baru ini mengadakan pertemuan terkait penelitian tentang biaya dan retribusi tersebut , yang merupakan upaya untuk melegalkan biaya job bagi agen.

Kementerian Tenaga Kerja Taiwan mengklarifikasi bahwa sebelum amandemen berlaku, pekerja asing yang bekerja di Taiwan setelah jangka waktu tiga tahun kontrak maka diharuskan untuk meninggalkan Taiwan. Jika mereka ingin datang ke Taiwan lagi, mereka harus membayar biaya agen dan lainnya.

Peraturan saat ini setelah adanya revisi undang-undang, perusahaan perantara atau agen tidak diperbolehkan mengambil biaya dari pekerja migran. Dikarenakan adanya perbedaan pendapat di antara berbagai kelompok organisasi, maka sulit untuk membentuk konsensus atau kesepakatan.

Dalam pertemuan tersebut tidak ada kesimpulan bahwa pelegalan biaya job bagi agen disetujui dan tidak ada perubahan atas kebijakan melarang agen meminta biaya sewenang-wenang.

Klarifikasi Kementerian Tenaga Kerja Taiwan Terkait Pelegalan Biaya Job

Diberdayakan oleh Blogger.