-----
loading...

====

Berteman

SUARABMI.COM - Pengembang, arsitek dan insinyur sipil dijatuhi hukuman lima tahun penjara Selasa (8 Oktober) karena runtuhnya Gedung Yun Men Tsui ((門 翠 堤) di Hualien yang menewaskan 14 orang saat gempa bumi pada Februari tahun lalu.

Banding masih dimungkinkan terhadap putusan Pengadilan Negeri Hualien, lapor Kantor Berita Pusat.

Gempa berkekuatan 6.0 melanda pukul 11.50 malam pada 6 Februari 2018, dan terdaftar dengan intensitas maksimum 7 di kota pantai timur. Yun Men Tsui Ti, 12 lantai, yang juga menampung sebuah hotel, sebagian runtuh dalam waktu delapan detik setelah gempa.

Sementara total korban tewas mencapai 17, 14 dari mereka meninggal di gedung, mengajukan pertanyaan tentang proses pembangunannya.
[ads-post]
Penyelidikan menemukan bahwa pengembang Liu Ying-lin (劉英麟) tidak memiliki lisensi yang diperlukan untuk mengerjakan proyek konstruksi. Dia meminta arsitek Yu Te-jung (游 德榮) untuk merancang ahli bangunan dan teknik Chen Chen-hsiang (陳 禎 祥) untuk menandatangani proyek tersebut, kata jaksa penuntut.

Ketiganya didakwa melakukan pembunuhan karena kelalaian pada bulan Juni tahun lalu dan dinyatakan bersalah pada hari Selasa dengan pengadilan menuduh mereka tidak menunjukkan penyesalan dan mencoba untuk menyerahkan tanggung jawab pada orang lain. Ketiganya juga gagal menawarkan kompensasi kepada kerabat para korban, CNA melaporkan.

Pengadilan mengatakan hukuman penjara lima tahun mungkin tampak terlalu ringan, tetapi mereka adalah maksimum menurut undang-undang yang ada.

Kontraktor Gedung yang Runtuh Tewaskan 14 Orang di Taiwan Karena Gempa 6,0 Skala Richter Diganjar 5 Tahun Penjara

Diberdayakan oleh Blogger.
close