-----
loading...

====

Berteman

SUARABMI.COM - Pemerintah kemungkinan akan membatasi akses internet dalam upaya menahan protes atau unjuk rasa yang semakin keras, kata dewan eksekutif Ip Kwok-him, Senin ( 7 oktober 2019 ).

Dikutip dari media lokal RTHK, Ip memberikan komentar setelah Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam memberlakukan undang-undang darurat era kolonial pada hari Jumat (4 oktober 2019 ).

Dia mengatakan bahwa perlu untuk melarang para pengunjuk rasa mengenakan masker penutup wajah guna membantu meredakan kerusuhan yang sedang berlangsung di Hong Kong.
[ads-post]
Namun protes kekerasan terus berlanjut selama akhir pekan, dengan puluhan ribu orang mengenakan Masker karena menentang UU baru tersebut.

"Selama ada cara yang mungkin untuk menghentikan kerusuhan, pemerintah tidak akan mengesampingkan kemungkinan menempatkan larangan di internet." kata Ip, seorang politisi veteran pro-Beijing.

Dia mengatakan internet sangat penting bagi pengunjuk rasa, yang tidak memiliki pemimpin publik dan menggunakan forum online dan aplikasi pesan terenkripsi untuk memobilisasi.

Namun dia mengatakan pemerintah mengakui setiap penutupan online dapat memiliki efek knock-on.

“Saya pikir syarat untuk menerapkan larangan internet tidak akan mempengaruhi bisnis di Hong Kong,” katanya, seperti diberitakan RTHK.

Pemerinth HK Kembali Menekankan Bahwa Untuk Meredam Konflik Demo yang Tak Henti - henti, Hongkong Akan Batasi Akses Internet

Diberdayakan oleh Blogger.
close