SUARABMI.COM - Kementerian Tenaga Kerja (MOL) Taiwan akan memberikan kesempatan kepada para TKI dan TKA ABK yang terlibat dalam jembatan runtuh di Yilan awal bulan ini yang ingin pindah ke pabrik akan difasilitasi dan diperbolehkan.

Dalam insiden kemarin setidaknya ada 6 korban jiwa baik dari Indonesia maupun Filiphina dan menyebabkan 18 ABK terkena dampak dimana 14 dari Filiphina dan 4 Indonesia.

Paul Su (蘇裕國), wakil direktur Divisi Manajemen Tenaga Kerja Lintas Perbatasan di bawah Badan Pengembangan Tenaga Kerja kementerian tenaga kerja, mengatakan kepada CNA bahwa sudah ada 5 ABK yang surat - suratnya lengkap atau selesai akhir minggu ini, dimana para ABK sebelumnya kehilangan surat - surat pentingnya.
[ads-post]
"Begitu mereka memiliki dokumen, mereka dapat mendaftar untuk pekerjaan pabrik. Jika mereka tidak menemukan pekerjaan dalam 60 hari, kami akan memungkinkan mereka untuk memperpanjang periode selama 60 hari lagi," kata Su. "Kami akan mengizinkan hal ini karena mereka adalah korban"

Renato Ablog, yang berasal dari provinsi La Union di Filipina dan satu dari lima nelayan, mengatakan bahwa ia trauma untuk bekerja dilaut lagi dan ingin pindah ke pabrik.

Namun tidak semua ingin pindah ke pabrik, ada 7 ABK Filipina yang pindah ke perikanan lainnya dan 2 pulang kampung karena trauma.

Satu orang Indonesia hingga kini masih di rumah sakit dengan cedera parah, satu lagi di rumah sakit sedang masa pemulihan dari operasi tangan dan akan pindah ke majikan lain setelah pemulihan, sementara dua orang lainnya telah menemukan majikan baru tetapi akan cuti Indonesia sebelum kembali ke Taiwan untuk terus bekerja, kata Su.

Pemerintah Taiwan Beri Kesempatan dan Bantuan Pada Korban Jembatan Runtuh Yilan untuk Pindah ke Pabrik, Bagi yang Merasa Trauma

Diberdayakan oleh Blogger.
close