-----
loading...

====

Berteman

SUARABMI.COM - Polisi di Indonesia mencari enam tersangka Taiwan yang merekrut 40 orang Indonesia untuk belajar di Universitas Teknologi Chienkuo (CKTU, 建國 科技 大學) di Kota Changhua, tetapi pada kenyataannya mereka dipaksa bekerja secara ilegal.

Dua orang Indonesia yang bekerja sama dengan keenam orang Taiwan untuk mewawancarai para calon siswa di Jakarta ditangkap, menurut Kantor Berita Pusat.

Begitu para siswa tiba di Taiwan, mereka dipaksa bekerja dari Senin hingga Sabtu dari jam 1 siang hingga jam 9 malam, dengan belajar di kelas bahasa hanya pada hari Minggu. 

Mereka melakukan rutinitas ini selama 18 bulan dan beberapa siswa hanya menerima NT $ 4.300 (US $ 140) dalam sebulan, kata polisi.

Sebuah perusahaan tenaga kerja dilaporkan mendistribusikan para siswa ke beberapa pabrik bahan kimia, logam atau mobil.
[ads-post]
Ketika mereka belajar di sebuah ruangan kecil di kampus CKTU pada hari Minggu, tidak pernah ada interaksi dengan mahasiswa Taiwan di kampus tersebut.

Para mahasiswa yang dikatakan magang ini membayar kedua tersangka Indonesia sekitar NT $ 120.000 per siswa, sementara separuh upah bulanan siswa NT $ 26.000 dikantongi oleh para perantara.

Universitas di Changhua mengatakan telah membentuk satuan tugas untuk menyelidiki kasus ini, sementara polisi Indonesia meminta kerja sama dari mitra Taiwan untuk menemukan enam tersangka Taiwan.

Selama tahun lalu, siswa dari beberapa negara di Asia Tenggara dan Asia Selatan telah ditemukan dipaksa menjadi pekerja ilegal alih-alih belajar.

Polisi Indonesia Memburu 6 Tersangka Orang Taiwan yang Menipu 40 Orang Indonesia Untuk Menjadi Mahasiswa Taiwan Namun Malah Dipaksa Bekerja Secara Ilegal di Taiwan

Diberdayakan oleh Blogger.
close