-----
loading...

====

Berteman

SUARABMI.COM - Departemen Urusan Tenaga Kerja Kabupaten Yilan telah memulai proses perencanaan untuk membangun mes darat bagi para nelayan migran di pelabuhan Nanfang'ao, kata seorang pejabat tenaga kerja selasa kemarin.

Lee Fang-ching (李芳菁), wakil direktur Departemen Urusan Tenaga Kerja Kabupaten Yilan, mengatakan kepada CNA bahwa proyek akan dilakukan dalam tiga tahap, dengan sekitar 300 tempat tidur akan bangun pada tahap pertama, yang akan memakan waktu dua tahun untuk penyelesaiannya, dengan jumlah akan ditingkatkan pada fase dua dan tiga.

"Tujuan akhirnya adalah menyediakan akomodasi/ tempat tinggal darat untuk semua nelayan migran Nanfang'ao," katanya.

Lee mengungkapkan rencana itu sebagai tanggapan atas seruan oleh para migran atas hak-hak dan kelompok-kelompok gereja yang menyerukan agar para nelayan migran bisa hidup di darat dan tidak tidur di perahu tempat mereka bekerja.
[ads-post]
Joy Tajonera, seorang imam Filipina, menekankan pentingnya akomodasi darat setelah runtuhnya jembatan di Nanfang'ao pekan lalu yang menewaskan enam nelayan migran dan 19 lainnya kehilangan tempat tinggal ketika perahu mereka hancur.

"Saya berharap bahwa kejadian ini akan menjadi pelajaran bagi kita semua, terutama otoritas dan pengusaha Taiwan, bahwa orang (nelayan) tidak boleh hidup di atas kapal, karena perahu adalah tempat kerja dan bukan rumah," katanya.

Pastor Gioan Tran Van Thiet, seorang imam Vietnam, mengatakan bahwa ke-19 nelayan migran kehilangan semua harta benda mereka, termasuk paspor dan tabungan mereka.

Ke-19 nelayan telah ditempatkan di lokasi sementara di darat, dengan 16 warga Filipina di satu lokasi dan tiga warga Indonesia di lokasi lain.

CNA mengunjungi 16 nelayan Filipina dan mendapati beberapa dari mereka tidur di atas kardus di lantai. Namun, majikan mereka memberi mereka tiga kali makan per hari dan juga masih membayar upah mereka, kata para nelayan.

Tseng Yen-pu (曾 彥博), perwakilan dari agen tenaga kerja Sang Yi International Co., Ltd., agensi untuk para nelayan, mengatakan dua ABK akan pulang ke Filipina, tiga berharap tetap sebagai nelayan, sementara mayoritas berharap untuk ditransfer ke pekerjaan pabrik.

Sebelumnya Makan Tidur Kerja di Kapal, Kini TKI ABK di Yilan Akan Dibuatkan Mes Didaratan Pasca Jembatan Runtuh di Nanfang'ao yang Menewaskan 6 Orang dan 19 Orang Kehilangan Kamar dan Harta Benda

Diberdayakan oleh Blogger.
close