-----
loading...

====

Berteman

SUARABMI.COM - Mulai pukul 15:00 waktu Hong Kong sore hari ini (10/09/2019), Chief Executive Hong Kong, Carrie Lam mengadakan press conference bersama dengan beberapa pejabat yang mendampingi.

Dalam pidatonya dihadapan awak media, Carrie Lam menyatakan, eskalasi protes di Hong Kong kian mengarah pada tindakan yang tidak semestinya. Kekerasan dan penggunaan senjata berbahaya berbagai jenis kian m
eningkat.

Terlebih lagi, beberapa waktu belakangan, ribuan pelajar kian marak melakukan aksi demonstrasi ilegal di berbagai distrik.

Menyikapi hal tersebut, Carrie Lam menyatakan bahwa pemerintah Hong Kong mengambil langkah tegas dengan memberlakukan aturan larangan penggunaan masker saat demonstrasi berlangsung.

Lebih dari 30 orang secara bersamaan menggunakan masker, mereka dianggap melanggar aturan ini.
[ads-post]
Keputusan ini diambil mengingat angka kekerasan semakin meningkat dan keberadaan masker dirasa menyulitkan aparat keamanan untuk mengidentifikasi pelaku kekerasan dalam aksi demonstrasi.

Dalam aturan ini ada pengecualian, dimana tiga kategori berikut ini tetap diperbolehkan mengenakan masker kapan saja, yaitu :
  1. Alasan pekerjaan (press, pekerja bangunan dll)
  2. Kepercayaan agama
  3. Alasan medis/kesehatan (sesuai anjuran surat dokter dan sesuai hukum yang berlaku)

Aturan tersebut secara resmi akan berlaku mulai pukul 00:00 tanggal 05 Oktober 2019. Bagi yang melanggar aturan tersebut, bisa dikenakan sangsi pidana antara enam hingga dua belas bulan penjara atau denda antara HKD 10.000 hingga HKD 25.000.

Situasi Hongkong Makin Hari Makin Anarkis, Pemerintah Larang Siapapun Pakai Masker Kecuali Dalam Kondisi Berikut ini, Mbak - Mbak BMI Hongkong Jangan Sampai Melanggar ya, Dendanya Hingga HK$25.000

Diberdayakan oleh Blogger.
close