SUARABMI.COM - Operasi sweeping yang diadakan oleh imigrasi Taiwan dimulai sejak dini hari tadi 19/10/2019 hingga pukul 4 sore berhasil menangkap 387 pendatang asing overstayer, dan paling banyak adalah pendatang asing overstayer dari Indonesia. Operasi kali ini mengerakan 678 aparat gabungan Penjaga pantai (Coast Guard), Badan investigasi Imigrasi nasional Taiwan (NIA), Kepolisian Militer dan Depnaker.

Menurut catatan Imigrasi 387 orang yang berhasil ditangkap, Diketahui 240 orang diantarnya merupakan pekerja migran yang ilegal (Indonesia 51%, Vietnam 47%, lainnya 2%) sedangkan sisa 127 orang (Veitnam 56%, Indonesia 35%, lainnya 1%)

Selain itu, dalam operasi sweeping kali ini juga berhasil menangkap terduga prostitusi, Narkoba dan Pencuri kayu hutan sebanyak 104 orang, 35 orang agen ilegal serta majikan illegal 140 orang.
[ads-post]
Direktur Imigrasi, Qiu Feng-Guang (邱豐光) “Meskipun program tersebut telah selesai, kita akan terus memperkuat pengecheckan rutin di tempat-tempat di mana orang asing bekerja dan suka berkumpul, seperti lokasi konstruksi, toko-toko warga asing, stasiun, tempat hiburan, taman , rumah sakit dan bangunan lain.”

Beliau juga menjelaskan OPERASI SWEEPING AKAN TETAP DILAKUKAN UNTUK MENGURANGI JUMLAH PENDATANG ASING YANG BEKERJA SECARA ILEGAL.

Ini guna untuk menstabilkan keamanan nasional dan menekan jumlah tindak kriminal yang di sebabkan oleh TKA ilegal di Taiwan.

Imigrasi juga mengingatkan kepada warga Taiwan atau siapa saja yang mengenal pendatang asing yang overstayer supaya mendorong mereka untuk segera menyerahkan diri. Jika mereka datang menyerahkan diri hanya dikenakan denda NTD 2.000 hingga NTD 10.000 dan tidak perlu ditahan.

Adapun jika diketahui ada majikan yang memperkerjakan pekerja migran overstayer maka akan dikenakan denda hingga NTD 750.000.

Editor : Faisal soh - Yurong.tw

Sweeping Kaburan Taiwan Kemarin 19/10 Berhasil menciduk lebih kurang 387 Kaburan, Paling Banyak Dari Indonesia. Akankah sweeping Berakhir?

Diberdayakan oleh Blogger.
close