loading...

SUARABMI.COM - Salah seorang TKW Taiwan asal Subang mengalami nasib yang memilukan pasalnya ia tak bisa jalan dan tulang punggung bengkok malah diusir sama majikannya.

Tak hanya itu, diagensi ia juga tak diberi tempat istirahat bahkan agensi terkesan tidak mau membantunya dan tak mau tanggung jawab dan dipaksa menandatangani surat putus kontrak.

Untung TKW yang bernama Dede Rinawati ini lapor ke 1955 dan juga bertemu dengan Faisal Soh hingga ia dibantu menghadapi agensinya untuk mendapatkan hak - hak nya.

Terlihat ada pertengkaran dengan agensi dikantor tersebut hingga membuat si mbak TKW itu ketakutan dengan kondisinya.

"Ini mbaknya bernama Dede Rinawati, ia sakit sampai tulang punggungnya bengkok dan tidak bsia jalan tapi belum tahu penyebabnya karena dokter belum memberikan vonis" Ungkap Faisal Soh.

Mengetahui kondisi yang demikian, Faisal memasukkan Dede ke rumah sakit Taoyuan Iyen. Ia juga meminta yang merasa agensinya untuk segera datang kerumah sakit dan membereskan semuanya.
[ads-post]
"Ini mbaknya sudah 4 hari tidak bisa jalan, dia dibuang oleh majikannya, majikannya menyuruhnya keluar cari suaminya, udah disuruh keluar ia maudilaporin kabur, sedangkan agensi yang sudah tahu penyakitnya dia dihubungi malah menyuruhnya pulang Indonesia saja, malas mengurus. Bahkan ia tidak diberi tempat tinggal oleh agensinya hingga akhirnya si Dede ini telpon 1955" ungkap Faisal.

Faisal juga menegaskan jika hasil dari pemeriksaan penyebab sakitnya karena pekerjaan, agensi dan majikan harus bertanggung jawab. Sedangkan Dede hanya puny waktu 60 hari di Taiwan hingga ia mendapat majikan baru.

Faisal juga berharap ada kawan BMI yang menjenguknya dirumah sakit Taoyuan Iyen karena dirinya harus meluncur ke tempat lainnya yaitu Linkou untuk mengecek BMI lainnya yang mengalami kecelakaan kerja hingga tangannya putus.

Saat ini ia dirawat dirumah sakit Taoyuan Iyen Taiwan dan harus rawat inap menunggu dokter masih melakukan pemeriksaan.

Tulang Punggung Bengkok Hingga Tak Bisa Jalan, TKW asal Subang Diusir Majikannya dan Agensi Tak Mau Tanggung Jawab

Diberdayakan oleh Blogger.
close