-----
loading...

====

Berteman

SUARABMI.COM - Sebagaimana kabar yang sedang viral di media sosial yang informasi awalnya di unggah oleh Thomas Hong Win Polin mengatakan bahwa salah seorang BMI di Hongkong tertangkap Polisi anti huru hara ditengah - tengah para demonstran yang mayoritas berpakaian hitam.

Wanita yang diyakini sebagai tenaga kerja wanita Indonesia di hongkong berpakaian hitam dengan masker kepala berwarna hitam tersebut nampak tengah bersandar dihimpit oleh beberapa petugas polisi anti huru-hara.

“Indonesian domestic helper in Hong Kong, arrested during riots. Pay was HK$3,000 (US$385) per day. That’s two-thirds her monthly wage as a domestic. ( TKW asal Indonesia di Hong Kong, ditangkap sebelum terjadinya kerusuhan. Ia dibaayr H$ 3,000 ( US$385) per hari. Itu dua pertiga dari upah bulanannya sebagai pekerja rumah tangga)” tulis Thomas dalam sebuah komunitas 21SilkRd.

Postingan inipun ramai dan viral dikalangan warga Hongkong dan tak sedikit netizen yang menyayangkan sikapnya dan marah atas tindakannya.

Saat Thomas ditanya siapa yang membayar uang sebanyak itu? Thomas hanya menjawab dengan keraguan, mungkin satu diantara 3 ini 1) AS, 2) DPP & rekan Taiwan, 3) buronan kaya dari hukum cina, berlindung di HK.

So dari informasi Thomas ini, dapat dipahami bahwa berita yang diunggah Thomas masih dugaan atau tuduhan tanpa bukti.
[ads-post]
Sementara warga Hong kong lainnya, Rebecca Chan, mengatakan, "Banyak pembantu telah berpartisipasi. Mereka hanya dibayar $ 1000 beberapa minggu kembali. Saya kira mereka harus meningkatkan bayaran karena $ 1000 tidak sebanding dengan risiko. Pembantu teman saya melakukannya dengan upah $ 1000 dan itu hanya untuk muncul saja. Tapi kemudian dia sulit untuk pulang ke rumah."

Salah seorang BMI Hongkong lainnya juga mengaku hari ini terjebak diantara demonstran dan kesulitan untuk pulang ditengah - tengah situasi yang mencekam.

"Mbak, Mungkin dai terjebak, Baru saja aku juga terjebak di tengah - tengah demo, ada yang videin pegawai McDonald's Yaumate langsung digedor sama yang baju hitam, pintu - pintu dihancurkan, aku ketakutan setengah mati" Ungkap Amui Beib Netzuko 

KJRI Hong Kong telah menerima laporan tentang informasi yang beredar di media sosial dalam bentuk foto yang memperlihatkan penangkapan seseorang yang disebut seorang WNI/PMI.

Sampai saat ini KJRI belum menerima informasi dari Kepolisian Hong Kong tentang penahanan WNI karena terlibat dalam unjuk rasa yang tidak berizin (illegal assembly) atau tindakan pidana terkait lainnya.

KJRI berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kembali informasi tersebut. Apabila ada WNI yang ditahan, KJRI akan melakukan pendampingan untuk memastikan segala hak WNI tersebut terpenuhi sesuai dengan hukum yang berlaku.

Viral, Dikatakan Menjadi Pendemo Bayaran Per hari HK$3000, BMI Hongkong Lemas Diapit Polisi Polisi Anti Huru Hara

Diberdayakan oleh Blogger.
close