SUARABMI.COM - Sekitar 38 persen pekerja rumah tangga migran (TKW) di Taiwan telah dilecehkan secara verbal atau fisik oleh majikan atau anggota keluarga lainnya, dimana tak sampai setengahnya yang melakukan pelaporan, lainnya menerima apa adanya sebagaimana ditemukan oleh Garden of Hope Foundation.

Saat ini, ada sekitar 250.000 pekerja rumah tangga migran di Taiwan, lebih dari 240.000 pengasuh dan 1.800 pembantu rumah tangga, kata direktur eksekutif yayasan Chi Hui-jung (紀惠容) ketika memaparkan hasil laporan di sebuah lokakarya pada hari Jumat kemarin.

Alasan utama para korban tidak meminta bantuan setelah dieksploitasi, diserang secara fisik atau bahkan pelecehan s*ksual adalah karena mereka takut kehilangan pekerjaan jika melapor (35% jawaban).

Sekitar 31% menjawab mereka tidak bisa berbicara bahasa Cina dengan lancar, sementara 26% mengatakan mereka tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa.

Mereka yang mencari bantuan paling sering meminta bantuan kepada hot line 1995, Agensi, teman, kerabat atau otoritas buruh setempat, kata Lee.
[ads-post]
Yayasan memulai survei pada bulan Maret, mengumpulkan 510 kuesioner yang valid dari 400 pekerja rumah tangga dari Filipina, 104 dari Indonesia dan enam dari Vietnam, dengan lebih dari 60 persen telah bekerja di Taiwan selama lebih dari tiga tahun.

Meskipun ilegal di Taiwan bagi majikan untuk menyimpan paspor, kartu asuransi kesehatan nasional atau izin tinggal dari pekerja rumah tangga asing, lebih dari 20 persen responden mengatakan dokumen mereka dipegang oleh majikan mereka.

Selain itu, sekitar 84 persen pengasuh mengatakan mereka diharuskan untuk merawat pasien sendirian, sementara 35 persen mengatakan mereka hampir tidak memiliki waktu istirahat yang tidak terputus delapan jam setiap hari.

Meskipun Taiwan menaikkan upah bulanan untuk pembantu rumah tangga asing dari NT $ 15.840 (US $ 520) menjadi NT $ 17.000 pada September 2015, 29,61 persen responden menerima kurang dari itu per bulan.

Pembantu rumah tangga migran tidak dicakup oleh Undang-Undang Standar Perburuhan Taiwan, dan mereka membutuhkan persetujuan dari majikan mereka untuk menerima kenaikan gaji, jika majikan menolak maka merekapun tak akan mendapat kenaikan gaji, hal ini yang harus dirubah oleh pemerintah Taiwan.

Docs: focustaiwan

38% TKW di Taiwan Pernah Mengalami Pecelehan S*ksual Baik Oleh Majikan, Keluarga atau Pasiennya dan Hanya Sedikit yang Berani Lapor, Lainnya Menerima

Diberdayakan oleh Blogger.
close