SUARABMI.COM - NIA cabang Yunlin menerima pengaduan bahwasannya seorang wanita bermarga Li (50) kelahiran Indonesia ada menyediakan jasa pengiriman uang. 

Sang pengadu meminta Badan penyidik keimigrasian untuk menyelidiki lebih lanjut. Saat penyelidikan lebih lanjut didapati bahwa Li selain melakukan pencucian uang (pelanggaran UU perbankan,red), dia juga melakukan penyalur job kepada TKA kaburan (biasa disebut agensi ilegal).

Li diinformasikan berkerjasama dengan seorang WNA lain berkewarganegaraan Indonesia untuk membuka sebuah perusahaan. Dengan izin perusahaan ini, mereka membuka toko Indonesia sebagai kedok sekaligus jembatan penyambung antara mereka dengan para korban. 

Dilansir Ettoday, (18/11) Li telah melakukan jasa pengiriman uang ini lebih kurang selama 7 tahun. Total nominal uang pengiriman TKA ke negara asal ini mencapai 700juta NTD. 
[ads-post]
Jangkauan Li juga dapat dikatakan luas, hampir mencakup seluruh daerah Taiwan. Selain mengambil untung dari selisih rate / kurs penukaran, Li juga menarik Tarif ongkos kirim sebesar NTD 150 - NTD 750 per satu kali pengiriman. 

Beralibi legal dengan meminta data pengirim, Ternyata Li juga melakukan pemalsuan dokumen, Li memakai data orang yang sudah pernah mengirim untuk melakukan transaksi pengiriman uang TKA lain yang tidak memiliki data. 

Selain itu, Li juga menjadi terdakwa dalam kasus agensi ilegal, Ia menarik untung dari memperkenalkan pekerjaan pada TKA ilegal.

Kini Li tengah menjalani proses hukum gugatan pemalsuan dokumen, ilegalitas perizinan usaha, dan pelanggaran UU perbankan.

Translator: Faisal Soh, yuroong.tw
News doc : Ettoday

Bantu Kirim Uang TKI Kaburan di Taiwan Menggunakan Data TKI Resmi yang Kirim Uang Hingga 700Juta NT dan Jadi Penyalur TKI Kaburan, Wanita Pemilik Toko Indonesia Ini Terancam Penjara

Diberdayakan oleh Blogger.
close