loading...

SUARABMI.COM - Kantor Tenaga Kerja Luar Negeri Filipina (POLO) mendesak pekerja rumah tangga Filipina di Hongkong untuk melaporkan majikan yang mengambil keuntungan dari aksi demo dan tidak mengizinkan pekerja mereka mengambil cuti sehingga mereka dapat terus bekerja.

Asisten Atase Tenaga Kerja Angelica M. Sunga mendesak pekerja yang tidak diizinkan keluar pada hari libur karena Demo dan dipaksa bekerja tanpa dibayar untuk melaporkan majikan mereka.

"Jika hari minggu tidak diijinkan liburan dan diganti dengan hari yang lain, ini hanya kesepakatan antara majikan saja bukan aturan hukum” kata Sunga saat pertemuan para pemimpin masyarakat Filipina di konsulat pada 2 November.

"Jika kamu tidak dapat mwnolak perintah majikanmu karena keras kepala, maka hubungi kami dan kami akan nego dengan agen dan majikan," tambahnya.
[ads-post]
Seorang pemimpin masyarakat mengatakan bahwa seorang pekerja mengeluh bahwa dia tidak diizinkan keluar pada hari liburnya karena protes dan dipaksa bekerja tetapi tidak dibayar.

Pada bulan Agustus, Serikat Pekerja Migran Filipina (FMWU) mengatakan mereka juga menerima keluhan bahwa beberapa majikan mengambil keuntungan dari situasi ini dengan mencegah pekerja rumah tangga migran (MDW) untuk mengambil hari istirahat mingguan mereka.

FMWU mengatakan bahwa pengusaha harus diingatkan bahwa tidak memberikan hari istirahat dalam seminggu adalah pelanggaran kontrak kerja dan dapat dihukum oleh hukum. 

Adakah diantara sahabat BMI yang mengalami demikian? Dilarang libur dan disuruh bekerja di hari minggu? kalau ada, laporkan - hongkongnews

Banyak Majikan Hongkong yang Memanfaatkan Para TKW Tidak Memberi Ijin Hari Libur Dengan Alasan Keamanan Demo dan Memaksa Mereka Bekerja Tanpa Upah Tambahan

Diberdayakan oleh Blogger.
close