loading...

SUARABMI.COM - Antrean panjang terlihat di Hong Kong pada Minggu (24/11). Hingga jam istirahat siang, jumlah pemilih telah melebihi angka partisipasi total dalam Pemilu 2015 di negara tersebut. Massa prodemokrasi pun berharap Pemilu ini menjadi pesan tersendiri untuk pemerintah China usai tak kunjung redanya 5 bulan demonstrasi antipemerintah.

Dilansir dari BBC, rakyat Hong Kong rela antre sejak pagi lantaran takut tempat pemungutan suara (TPS) ditutup jika terjadi kerusuhan. Namun, kelompok prodemokrasi telah menyerukan agar para pendukungnya tak menyebabkan kerusuhan. Hingga berita ini diturunkan, Pemilu masih berjalan damai.
[ads-post]
Sekitar 4,1 juta warga telah mendaftar untuk menyalurkan suara mereka. Jumlah ini bahkan melebihi setengah dari populasi mereka sebesar 7,4 juta orang. Lebih dari 1.000 kandidat memperebutkan 452 kursi dewan distrik. Sementara itu, 27 kursi lainnya dialokasikan untuk wakil distrik pedesaan.

Pendukung prodemokrasi berharap mereka bisa memperbanyak jumlah wakil mereka di dewan agar punya pengaruh dalam memilih kepala eksekutif. Di sisi lain, kandidat pro-Beijing berusaha mendulang suara dengan memanfaatkan rasa frustasi warganya akibat kerusuhan antara demonstran dan polisi.

Penghitungan suara akan dimulai setelah TPS ditutup pada pukul 22.30. Diharapkan hasil penghitungan bisa didapat sebelum tengah malam.

Semoga setelah ini, Hongkong aman tanpa demo kembali seperti dulu kala, Amin,

Editor: SuaraBMI
Docs. Actual.co

Berlalu dari Demonstrasi, Hong Kong Menggelar Pesta Demokrasi, Menyalurkan Suara Melalui Pemilu

Diberdayakan oleh Blogger.
close