-----
loading...

====

Berteman

SUARABMI.COM - Lahan pertanian Yunlin kini mengalami status kekurangan sumber daya manusia yang cukup serius.

Setelah beberapa putaran dan belokan tahun ini, Departemen Tenaga Kerja akhirnya setuju untuk membuka model migrasi asing pertanian. Baru-baru ini diketahui bahwa Taiwan belum menandatangani kontrak kerja pertanian dengan empat negara.

Walikota daerah Zhang Lishan mengatakan bahwa dia berharap pemerintah pusat Belas kasihan kepada para petani kecil, untuk saat ini jangan terburu-buru sweeping lahan pertanian terlebih dahulu.

Dari 4 Negara pengekspor pekerja migran, hanya 1 yang sudah setuju menandatangani.

Komisaris untuk Tenaga Kerja, Zhang Shi Zhong, menjawab kemarin bahwa anggota dewan daerah Cai Dong Fu dan Huang Wen Xiang bertanya tentang kemajuan transfer SDM pertanian ke Taiwan. Mereka mengatakan bahwa empat negara migran, Filipina, Thailand, Vietnam dan Indonesia, Thailand telah menyetujui kerja sama disektor pertanian, Namun Tiga negara lainnya mengatakan bahwa Kontrak kerja antar negara kemarin belum sempat dibahas, maka dari itu belum ada persetujuan dari 3 negara ini untuk mengirimkan SDM.
[ads-post]
Cai Dong Fu mengecam, "Apakah ini bukan seperti mempermainkan para petani?"
Assosiasi petani telah selesai menandatangai / mengikuti progam ini, segala prosedur juga telah di tanda tangani, akan tetapi aparata negara sendiri yang belum nyelesaikan tugasnya. "Benar-benar sangat di sesalkan" lugas nya.

Zhang Li Shan mengatakan bahwa kurangnya pekerjaan di Kabupaten Yunlin sangat serius. Pemerintah daerah bekerja sama dengan unit pertanian bimbingan untuk mengajukan transferan SDM di sektor pertanian. 

Namun, pemerintah pusat hanya melakukan setengah pekerjaan dari kontrak, dan kontrak negara-ke-negara belum mencapai konsensus. Sumber belum dibuka. Apakah pemerintah daerah dapat bertanggung jawab?

Zhang Li Shan mengimbau agar pemerintah bersimpati pada kurangnya pekerjaan di bidang pertanian. Dapatkah Departemen Imigrasi dan unit polisi tidak secara semena-mena melakukan sweeping dahulu, hal ini dapat berefek menakuti para pekerja migran dan akan memperburuk kurangnya SDM di sektor pertanian. 

Pemerintah harus mencoba mencari solusi lebih baik dan berdiri di sisi petani untuk menyelesaikan masalah.

Editor : Faisal Soh - Yurong.tw

Kekurangan Tenaga Kerja Di Kawasan Pertanian, Walikota Daerah Anjurkan Untuk Tidak Sweeping Dahulu, Biar Kaburan Bekerja Aman

Diberdayakan oleh Blogger.